Rabu 03 Maret 2021, 20:09 WIB

Jenazah Dua Anggota MIT Dimakamkan di Palu

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Jenazah Dua Anggota MIT Dimakamkan di Palu

DOK MI
Ilustrasi

 

DUA jenazah anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas tertembak di Poso, Sulawesi Tengah, telah teridentifikasi, Rabu (3/3). Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto mengatakan, sebelumnya kedua DPO itu memang sudah diketahui identitasnya.

"Namun, perlu penguatan lagi melalui autopsi. Keduanya teridentifikasi sebagai Khairul alias Irul alias Aslam dan Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori," terangnya.

Kedua dua DPO kasus terorisme tersebut tewas dalam baku tembak dengan Satgas Operasi Madago Raya di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, pada Senin (1/3).

Menurut Didik, setelah disemayamkan dan dilakukan autopsi di kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sulteng, kedua jenazah kemudian dimakamkan di Pekuburan Poboya sekitar pukul 15.00 WITA. Pemakaman keduanya tidak dihadiri oleh masing-masing keluarga, karena kondisi mayat yang harus segera dimakamkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, baku tembak yang terjadi di Poso tidak hanya menewaskan Irul dan Alvin namun juga menewaskan satu prajurit TNI AD yakni Praka Dedi Irawan. Jenazah Dedi telah dimakamkan di kampung halamannya di Pekanbaru, Selasa (2/3).  

Sebelumnya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, Irul berasal dari Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Sedangkan Alvin berasal dari Banten. Irul berdasarkan data yang dimiliki Polda Sulteng, merupakan anak dari almarhum Santoso alias Abu Wardah yang merupakan pimpinan tertinggi MIT.

Saat ini pengejaran terhadap sisa anggota MIT masih dilakukan. Rakhman menambahkan, bahwa kekuatan MIT sudah semakin melemah karena tersisah sembilan orang. Mereka adalah Rukli, Suhardin alias Hasan Pranata, Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Galu alias Nae alias Mukhlas, Abu Alim alias Ambo, Moh Faisal alias Namnung, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, serta Ali Kalora alias Ahmad Ali. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA

H+1 Lebaran, "Jalur Tikus" di Perbatasan Jateng-Jabar Masih Sepi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:37 WIB
Diperkirakan pada h+4 ke atas kendaraan arus balik ke arah Dejabotabek akan...
Medcom.id/M Rizal

Dukung Pemerintah, Warga Kampung Patunas Tolak Tamu Lebaran

👤Solmi 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:34 WIB
Menurut Guntur yang juga menjabat Kepala Polres Tanjungjabung Barat,  langkah proaktif dari warga tersebut membantu menekan penyebaran...
MI/Susanto

Gempa 7,2 SR Guncang Nias Barat, tidak Berpotensi Tsunami

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 15:48 WIB
Berdasarkan hasil rekaman seismogram BMKG, pusat gempa bumi berada pada 0,10 LU dan 96,53 BT di kedalaman laut 19...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya