Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Polisi Air Polda Nusa Tenggara Timur menangkap enam nelayan karena menangkap ikan menggunakan bahan peledak. Enam nelayan asal Pulau Buaya, Kabupaten Alor itu ditangkap di Perairan Sagu, Kabupaten Flores Timur dan dibawa ke Polisi Air Polda NTT, Selasa (2/3).
Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan polisi juga menyita perahu dan alat bukti bahan peledak. "Petugas mengamankan barang bukti satu bom botol bir aktif, ikan sembilan ekor, kompresor, empat buah box fiber, selang kompresor satu set, dayung dua buah, kaca mata selam empat buah, sarung tangan empat buah, jaring pengangkut ikan satu buah, dan panah ikan satu buah," ungkap Krisna.
Menurutnya, polisi menerima laporan dari masyarakat yang melihat aktivitas nelayan tersebut. Para nelayan menurunkan jangkar di perairan Sagu kemudian menurunkan ikan. Setelah diperiksa, polisi menemukan barang bukti bahan peledak siap pakai tersebut.
"Saat ini, barang bukti bahan peledak dan keenam orang nelayan telah diamanakan oleh penyidik Ditpolair Polda NTT untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Dari keenam nelayan, polisi menetapkan seorang diantaranya, Sabar Kapitang, 36, sebagai tersangka. Ia disangkakan menguasai, menyimpan dan menyembunyikan bahan peletak seperti diatur dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peletak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan semumur hidup atau hukuman mati. (OL-15)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved