Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jelang Ramadan Perbaikan Infrastruktur Jalan Pasca Banjir Mendesak

Denny Susanto
26/2/2021 09:03
Jelang Ramadan Perbaikan Infrastruktur Jalan Pasca Banjir Mendesak
Sebuah jembatan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan putus akibat banjir Januari 2021.(Istimewa)

KERUSAKAN infrastruktur jalan akibat bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan yang menyebabkan terganggunya distribusi kebutuhan pokok hingga kini belum tertangani maksimal. Hiswanamigas mendesak Pemprov Kalsel segera mencari solusi perbaikan kerusakan jalan guna mengatasi kendala distribusi BBM dan gas serta kebutuhan pokok lainnya.

"Kerusakan infrastruktur jalan ini harus segera diatasi, terlebih kita akan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Saat ini distribusi kebutuhan pokok termasuk gas untuk masyarakat terganggu," ungkap Ketua Hiswanamigas Kalsel, Saibani, Jumat (26/2).

Dikatakan Saibani, untuk distribusi gas mengalami gangguan karena depo gas elpiji berada di daerah jembatan Barito wilayah Kabupaten Barito Kuala, dimana jalur utama distribusi melewati Trans Kalimantan ruas jalan Gubernur Syarkawie Kabupaten Banjar rusak parah pasca banjirpertengahan Januari lalu. 

"Sebenarnya Pertamina telah mengalihkan jalur distribusi melalui sungai barito namun belum mampu menyelesaikan masalah," tuturnya.

Desakan perbaikan infrastruktur jalan ini telah disampaikan Hiswanamigas kepada Pemprov Kalsel. Selain itu Hiswanamigas juga sudah melakukan rapat koordinasi bersama Polda dan instansi terkait, guna mengatasi dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi ini sehingga gas menjadi langka dan harga melonjak.

Kebutuhan gas di Kalsel menurut data Hiswanamigas sebesar 350 metrik ton perhari dan hanya mampu dipasok 80 persen akibat kerusakan jalan. Informasi dihimpun Media harga gas tabung 3 kilogram di lapangan mencapai Rp50 ribu dan 12 kilogram mencapai Rp185 ribu. Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat.

baca juga: Luas Banjir Kalimantan Selatan Capai 200 Ribu Hektar

Hal serupa juga dikemukakan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani yang mengatakan bencana banjir menyebabkan jalur distribusi kebutuhan pokok antar kabupaten dan antar provinsi terganggu. 

"Distribusi kebutuhan pokok antar kabupaten dan provinsi tetangga terganggu karena banyak jalan rusak dan terputus. Kondisi ini memang harus segera diatasi," tuturnya.
           
Diakuinya kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana banjir ini berpengaruh pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Ditambah kondisi gagal panen berbagai komoditas di daerah-daerah sentra produksi pertanian. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya