Senin 18 Januari 2021, 06:59 WIB

Luas Banjir Kalimantan Selatan Capai 200 Ribu Hektar

Denny Susanto | Nusantara
Luas Banjir Kalimantan Selatan Capai 200 Ribu Hektar

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah relawan membantu pengendara sepeda motor agar tidak terbawa arus saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalsel.

 

LUASAN genangan bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan mencapai 200 ribu hektar. Deforestasi dan kerusakan DAS Barito menjadi salah satu penyebab banjir terparah sejak 2006 di wilayah tersebut.

Data yang dirilis tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir Kalsel dengan data satelit Himawari-8, mendapatkan hasil total luasan genangan bencana banjir mencapai 200 ribu hektar.

Hasil perhitungan luas genangan tertinggi terdapat di Kabupaten Barito Kuala dengan luas mencapai 60 ribu hektar, Kabupaten Banjar sekitar 40 ribu hektar, Tanah Laut sekitar 29 ribu hektar, Hulu Sungai Tengah 12 ribu hektar, Hulu Sungai Selatan sekitar 11 ribu hektar, Tapin sekitar 11 ribu hektar, dan Kabupaten Tabalong sekitar 10 ribu hektar. Selain itu Kabupaten Balangan, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Murung Raya seluas 8 ribu hingga 10 ribu hektar.

"Luasan banjir sangat luas dan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Kita juga mencatat ada sekitar 18 ribu hektar areal pertanian yang rusak atau puso," tutur Syamsir Rahman, Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Senin (18/1).

LAPAN juga  menganalisis perubahan tutupan lahan di DAS Barito menggunakan data mosaik Landsat untuk mendeteksi penutup lahan tahun 2010 dan 2020. Hasil yang didapat dalam kurun waktu 10 tahun tersebut menunjukkan adanya penurunan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah dan semak belukar yaitu masing-masing menurun sebesar 13 ribu hektar, 116 ribu hektar, 146 ribu hektar dan 47 ribu hektar.

Sebaliknya, terjadi perluasan area perkebunan yang cukup signifikan sebesar 219 ribu hektar. Perubahan penutup lahan dalam 10 tahun ini dapat memberikan gambaran kemungkinan terjadinya banjir di DAS Barito.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono kembali menegaskan tentang kondisi Kalsel yang mengalami darurat ruang dan darurat bencana ekologis. Selain tingginya curah hujan, banjir lebih disebabkan kondisi degradasi lingkungan akibat deforestasi dan ekspansi pertambangan dan perkebunan monokultur seperti kelapa sawit.

baca juga: Korban Banjir Kalimantan Selatan Terus Bertambah

Banyak laporan tentang masih maraknya praktek penebangan liar di bagian hulu Pegunungan Meratus yang menyebabkan banjir bandang di kawasan tersebut seperti dialami Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. (OL-3)

Baca Juga

MI/Surya Sriyanti

Gubernur Kalteng Minta Bupati Petakan Daerah Rawan Kathutla

👤Surya Sriyanti 🕔Senin 08 Maret 2021, 09:29 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta pemerintah kabupaten/kota untuk tidak jenuh melakukan upaya pemetaan wilayah...
Mi/Amiruddin Abdullah Reubee

Mahasiswa USK Desak Keluarga Mantan Dosen Segera Keluar Dari Rumah

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Senin 08 Maret 2021, 08:25 WIB
Keluarga mantan dosen Universitas Syah Kuala Aceh masih bertahan di rumah dinas. Sementara para mahasiswa harus kuliah di kelas tidak...
Narinder NANU / AFP

Dinas Mukomuko Gelar Lagi Swab Test Setelah Terhenti Tak Ada Biaya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 07:51 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu kembali menggelar swab test covid-19 setelah berhenti beberapa pekan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya