Kamis 25 Februari 2021, 09:00 WIB

Kalsel Jadi Penyangga Pangan Ibukota Negara

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Jadi Penyangga Pangan Ibukota Negara

MI/Denny Susanto
Panen padi unggul di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan

 

PROVINSI Kalimantan Selatan diproyeksikan sebagai jalur logistik dan penyangga pangan bagi ibukota negara baru (IKN) di Kalimantan Timur. Kalsel tetap optimistis capai target produksi meski sempat dilanda banjir besar beberapa waktu lalu.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA saat menghadiri panen raya padi unggul seluas 250 hektar di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Batola, kemarin mengatakan bahwa Kalsel telah diproyeksikan sebagai jalur logistik penyangga pangan bagi ibukota negara. 

"Kita mengusulkan pemerintah pusat untuk mendukung Kalsel sebagai penyangga pangan ibukota negara baru di Kaltim," tuturnya.

Dengan surplus beras setiap tahun, hal ini diyakini dapat direalisasikan melalui mekanisasi pertanian. Diproyeksikannya Kalsel sebagai penyangga pangan IKN maka diharapkan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Syafrizal menambahkan Kalsel memiliki potensi lahan pertanian seluas 553 ribu hektar, yang perlu terus ditingkatkan. Dengan keberhasilan surplus di bidang pertanian padi ini Kalsel tak perlu lagi masuk beras impor.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, Kamis (25/2) mengatakan pihaknya tetap optimistis tercapainya target produksi padi sebesar 2,1 juta ton tahun ini meski sebagian wilayahnya sentra pertanian dilanda banjir beberapa waktu lalu. 

"Produksi padi Kalsel 2,1 juta ton oada 2020 dan tahun ini kita tetap optimis target tercapai," ujarnya.

baca juga: 4.662 Hektar Kebun Jeruk di Kalsel Rusak Karena Banjir

Bencana banjir yang melanda 11 kabupaten/kota di Kalsel kemarin menyebabkan 121 ribu hektar lebih lahan pertanian terdampak dan mengalami kerusakan. Termasuk di Kabupaten Barito Kuala yang mengalami kerusakan terparah selain Kabupaten Banjar. Wakil Bupati Barito Kuala,  Rahmadian Noor mengatakan daerahnya adalah salah satu kabupaten surplus beras setiap tahun. 

"Produksi beras di Batola pertahun sebanyak 400 ribu ton itu dapat mencukupi kebutuhan se Kalsel," katanya.

Bencana banjir hingga kini masih merendam areal pertanian warga di sejumlah lokasi. Selain sentra produksi padi, Barito Kuala juga dikenal sebagai sentra produksi jeruk Siam Banjar. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Yose Hendra

Balimau di Masjid, Tradisi Silaturahim Ramadan di Agam

👤Yose Hendra 🕔Senin 12 April 2021, 11:52 WIB
Masyarakat Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, gelar balimau dengan cara menjalin silaturahmi di masjid...
MI/Dok Humas Riau

Pariwisata Riau Kembali Bangkit

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 12 April 2021, 11:38 WIB
Setelah terpuruk akibat covid-19, Pemprov Riau membangkitkan lagi sektor pariwisata  dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE)...
MI/Bagus Suryo

BNPB Berikan Stimulan Rehab Rumah Rusak Dampak Gempa Malang

👤Atalya Puspa 🕔Senin 12 April 2021, 11:07 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa di Malang, Jatim. Stimulan rusak ringan Rp10...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya