Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 4.662 hektar areal perkebunan jeruk di Provinsi Kalimantan Selatan rusak akibat bencana banjir. Rusak dan gagal panen jeruk ini menyebabkan produksi jeruk Siam Banjar anjlok dengan kerugian diperkirakan lebih Rp100 miliar. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, Rabu (24/2) mengatakan banjir sangat berdampak pada sektor pertanian di Kalsel.
"Selain tanaman pangan padi, banjir juga menyebabkan ribuan hektar areal tanaman hortikultura jeruk rusak. Terbanyak terjadi di Kabupaten Barito Kuala," ujarnya.
Dinas Pertanian mencatat luas areal pertanian jeruk yang rusak akibat banjir seluas 4.662 hektar atau sekitar 30 persen dari luas pertanian jeruk di Kalsel seluas 12 ribu hektar. Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Barito Kuala yaitu 3.185 hektar. Sentra jeruk Siam Banjar di Kalsel berada di Kabupaten Barito Kuala dan Banjar, dengan produksi pertahun sekitar 110 ribu ton. Jeruk Siam Banjar ini sebagian besar dipatok untuk kebutuhan industri minuman hingga ke Pulau Jawa.
Sodikun, salah seorang petani jeruk di Desa Danda Jaya, Barito Kuala mengatakan banjir yang berlangsung lebih satu bulan tidak hanya menyebabkan gagal panen tetapi juga matinya pohon jeruk.
"Di Desa Danda Jaya ini ada 200 orang petani jeruk dan separuh tanaman jeruk atau 500 hektar rusak dan mati karena banjir," tuturnya.
Menurut hitungan Sodikun dan para petani kerugian dialami petani mencapai Rp40 juta tiap hektar. Sehingga jika ada 4.662 hektar tanaman jeruk yang rusak maka kerugian diperkirakan lebih Rp100 miliar.
"Jeruk ini merupakan sumber penghasilan utama petani disini selain padi. Kini padi pun banyak yang gagal panen," ujarnya.
baca juga: KLHK: Banjir Kalsel Karena Anomali Cuaca, Bukan Soal Luas Hutan
Kondisi lebih parah terjadi di kawasan agropolitan jeruk meliputi Desa Karang Buah, Karang Bunga, Karang Dukuh dan Karang Indah (wilayah Terantang) Kecamatan Mandastana dan Kecamatan Belawan dimana kerusakan areal pertanian jeruk mencapai 80 persen.
Kepala Urusan Perencanaan Desa Danda Jaya, Hendri mengatakan pada saat banjir tanaman padi dan jeruk di desanya terendam hingga dua meter selama dua pekan sehingga banyak tanaman jeruk mati dan gagal panen. Sejatinya saat ini adalah musim panen jeruk dan juga rambutan. (OL-3)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa paparan dan usulan yang disampaikan oleh Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menjadi catatan dan atensi bagi kementerian.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved