Minggu 21 Februari 2021, 06:31 WIB

Polda NTB Bantah Tahan Empat IRT Diduga Rusak Pabrik

mediaindonesia.com | Nusantara
Polda NTB Bantah Tahan Empat IRT Diduga Rusak Pabrik

Antara
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK MS.

 

POLDA Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak pernah melakukan penahanan terhadap empat ibu rumah tangga (IRT) yang diduga sebagai pelaku perusakan pabrik atau gudang tembakau di Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK MSi melalui siaran persnya, Minggu (21/2), menegaskan pihak Polres Lombok Tengah yang menerima laporan kasus perusakan sesuai Pasal 170 KUHP itu telah melakukan proses hukum sesuai prosedur, tetapi tidak melakukan penahanan terhadap pelaku.

"Pihak Polres Lombok Tengah telah melakukan lebih dari dua kali mediasi kedua pihak untuk penyelesaiannya, namun tidak ada titik temu dan kesepakatan, kemudian penyidik melanjutkan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku," dalihnya.

"Selama proses itu (penyidikan dan penyelidikan, red). Polisi tidak melakukan penahanan," katanya menegaskan.

Sehingga, lanjut Kombes Artanto, pihak Polres Lombok Tengah melanjutkan laporan menjadi berkas perkara. Setelah dinyatakan P21 (lengkap) berkas tersebut diserahkan dan atau dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

“Jadi, saya tegaskan kembali bahwa tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, empat ibu rumah tangga berinisial HT (40), NR (38), MR (22), dan FT (38) warga Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, masuk penjara bersama dua balita yang merupakan anaknya.

Keempat ibu itu diduga melakukan perusakan atap gedung pabrik tembakau yang ada di desa setempat pada Desember 2020.

Kasus itu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada akhir Februari 2021.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Praya Abdul Haris mengatakan berkas perkara tahap dua kasus perusakan gudang tembakau itu secara formil telah terpenuhi, sehingga para tersangka sesuai aturan ditahan karena tidak ada yang mengajukan surat penangguhan.

"Pada saat kami terima tahap II tiga hari lalu, hanya empat tersangka, itu dititipkan di Polsek Praya Tengah, karena tidak ada yang menjamin atau mengajukan surat penangguhan," katanya, kepada wartawan di kantornya, Jumat (19/2). (OL-13)

Baca Juga: 50 Pengacara Siap Bela Empat IRT dengan Dua Balita yang Ditahan

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Berhenti Satu Bulan, Sekolah di Sikka Gelar KBM Tatap Muka Kembali

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:32 WIB
Bagi sekolah jenjang SD, ungkap dia, pembelajarannya untuk hari Senin, Rabu, dan Jumat untuk siswa kelas satu, tiga dan...
MI/Dwi Apriani

Pemkab Muba: Sungai Lilin Lokasi Kawasan Industri Hijau di Muba

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:17 WIB
Azizah mengatakan langkah selanjutnya adalah persiapan penyusunan master plan Kawasan Industri...
MI/Dwi Apriani

Produk Warga Bantaran Sungai Musi Populer Lewat Tali Meiwa

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:00 WIB
Sebagai tradisi yang mengakar lebih dari sepuluh tahun, para ibu rumah tangga di Sumsel telah menghasilkan ribuan Sangkek atau tas belanja...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya