Jumat 19 Februari 2021, 17:49 WIB

Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sukabumi Kemungkinan Direlokasi

Benny Bastiandy | Nusantara
Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sukabumi Kemungkinan Direlokasi

DOK MI
Tanah bergerak

 

PERISTIWA tanah bergerak di dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dirasakan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah setempat pun sedang memikirkan upaya merelokasi warga yang terdampak langsung bencana di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung tersebut.

Pelaksana Harian Bupati Sukabumi Zainul S, mengatakan butuh waktu merelokasi warga terdampak pergerakan tanah. Karena itu, dibutuhkan kajian teknis yang nantinya akan menjadi acuan melakukan relokasi.

"Kajiannya sangat teknis agar lahan yang nanti digunakan sebagai permukiman baru warga tidak salah tempat. Jangan sampai kita salah merelokasi," kata Zainul, Jumat (19/2).

Selain itu, lanjut Zainul, ketika semua sepakat dengan relokasi, maka perangkat daerah teknis harus menata sebaik mungkin pemukiman yang akan ditinggali masyarakat. Masyarakat pun harus diedukasi untuk meyakinkan mereka tidak perlu takut kehilangan lahan di tempat asal.

"Tanahnya tetap milik warga. Namun kami ingatkan agar di lokasi pergerakan tanah jangan dibangun sebagai perumahan. Lahannya bisa dimanfaatkan bercocok tanam," pungkasnya.

Peristiwa tanah bergerak di Kabupaten Sukabumi terjadi di Desa Cijangkar dan Mekarsari, Kecamatan Nyalindung serta di Desa Ciengang  Kecamatan Gegerbitung. Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Sukabumi, pergerakan tanah mengakibatkan sebanyak 343 jiwa harus mengungsinya. Rinciannya, di Desa Cijangkar sebanyak 168 jiwa, di Desa Mekarsari sebanyak 42 jiwa, dan di Desa Ciengang sebanyak 133 jiwa.

Pergerakan tanah juga mengakibatkan kerugian materil berupa 10 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang, 9 unit rumah rusak ringan, 214 unit rumah terdampak, dan 103 unit rumah dalam kondisi terancam.

Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki risiko tanah longsor sedang hingga tinggi dengan cakupan luasnya mencapai 141.972 hektare. Potensinya hampir merata di semua kecamatan di kabupaten terluas kedua se-Jawa dan Bali itu. "Kami terus memantau perkembangan di lapangan," tegas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman. (OL-15)

Baca Juga

Dok Polres Sumba Barat

Rumah Dibakar di Sumba, Empat Orang Tewas Terjebak Kobaran Api

👤Palce Amalo 🕔Selasa 02 Maret 2021, 12:07 WIB
Seingu Riamu, 30, menyerang dan membakar rumah di Kampung Golusewu, Kelurahan Weedabo, Kecamatan Loli, Sumba Barat,NTTmenyebabkan empat...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Puncak Musim Hujan Sudah Lewat, Warga Tetap Waspada

👤Depi Gunawan 🕔Selasa 02 Maret 2021, 12:01 WIB
Meski suhu udara cukup menyengat, berdasarkan analisa BMKG, pada awal Maret wilayah Bandung dan Jawa Barat pada umumnya masih dalam periode...
MI/Gabriel Langga

Berhenti Satu Bulan, Sekolah di Sikka Gelar KBM Tatap Muka Kembali

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:32 WIB
Bagi sekolah jenjang SD, ungkap dia, pembelajarannya untuk hari Senin, Rabu, dan Jumat untuk siswa kelas satu, tiga dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya