Senin 01 Februari 2021, 14:34 WIB

Minum Arak untuk Menghalau Bau Ratusan Bangkai Babi

Alexander P Taum | Nusantara
Minum Arak untuk Menghalau Bau Ratusan Bangkai Babi

MI/Alexander P Taum.
Wabah ASF menyerang Lembata membuat bangkai ternak bergelimpangan di laut dan saluran irigasi.

 

Minggu (30/1) siang, pondok di tengah bukit Lolita dipenuhi belasan aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Mereka sedang memasak pisang, jagung, dan lauk seadanya untuk menemani santap siang.

Pondok itu berjarak kurang lebih 20 meter dari liang pekuburan massal ternak babi. Mereka sengaja meracik makanan di lokasi yang agak jauh dari liang kuburan massal.

Ada Sekretaris Dinas Peternakan, Gaspar Lazaren, bersama Koordinator Penguburan Massal Ternak Babi, Irenius Ola Samun, tampak memimpin rekannya. Tak hanya dinas peternakan, ada juga petugas pemulasaran dari Kantor Camat Nubatukan, dinas pekerjaan umum, dan dinas lingkungan hidup, menjadi tim penguburan massal ternak babi.

Selain mengelola sendiri makanan untuk santap siang di lokasi penguburan massal, mereka juga meneguk arak. "Arak ini obat, biar kami tidak geli mencium bau ratusan bangkai yang tergeletak. Kami juga bisa berani sentuh bangkai babi untuk dibawa ke liang kuburan massal," ujar Baha, staf pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata.

Pemkab Lembata mengerahkan puluhan ASN sebagai tim penguburan massal sejak wabah virus ASF atau flu babi menyerang ribuan ternak di Kecamatan Nubatukan. Lokasi tersebut diumumkan kepada publik setempat yang memiliki ternak babi yang mati.

Lokasi itu dibuka sejak 14 Januari 2021. Setiap pukul 07.30 pagi hingga 15.00 Wita. Pada pukul 15.00 hingga 17.00, para petugas mulai menguburkan bangkai yang sudah diantar pemiliknya ke liang kuburan massal.

 

Ketika petugas duduk di pondok itu sambil menanti saatnya menguburkan bangkai, pemilik ternak silih berganti mengantar bangkai ternak ke lokasi itu.

"Ini babi yang kedua mati. Minggu lalu saya bawa satu ekor sedang bunting. Hari ini satu ekor lagi. Saya bawa ke sini supaya di kuburkan dengan baik dan aman. Karena kami sendiri tidak mampu gali lubang dalam dan aman," ujar Elisabet Dona, warga Eropaun, Kelurahan Lewoleba, saat mengantar bangkai babinya ke lokasi penguburan massal ternak itu.

Elisabet menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lembata yang menyiapkan lokasi penguburan massal ternak babi. Lokasi tersebut, menurut Elisabet, sangat membantu peternak yang kewalahan menghalau wabah virus ASF kali ini. (OL-14)

Baca Juga

MI/MARCEL KELEN

Belum Ada Temuan PMK di Papua, Pemerintah Daerah Larang Ternak dari Luar pada Idul Adha

👤Marcel Kelen 🕔Minggu 26 Juni 2022, 11:25 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Papua berharap penyakit PMK tidak terjadi di...
MI/Lina Herlina

Siap Wujudkan Kemandirian Pangan, Lebih dari 5.000 Insan Pertanian Hadiri Pra Penas 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:11 WIB
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Hasil Lab BBVeteriner Maros Pastikan Kematian Sapi di Sulsel Negatif Antraks

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:08 WIB
Cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini menyebabkan ternak dapat dehidrasi di area...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya