Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH dua hari, babi berukuran besar itu diantar pemiliknya ke lokasi penguburan massal, meski masih hidup. Babi itu hanya bisa berdiri. Sekujur tubuhnya menggigil seperti demam. Telinganya merunduk ke depan.
Tidak bisa makan, sesekali babi berukuran sangat besar itu mengalami diare. Kulitnya mulai mengeluarkan bintik kemerahan.
Pemiliknya pasrah. Ia tidak tega melihat virus ASF itu menggerogoti tubuh ternak yang dipeliharanya itu. Ia pun menitipkan babinya untuk mati dan dikuburkan di pekuburan massal yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Memasuki hari ketiga, babi itu mulai lemas dan hanya tidur. Terdorong rasa sayang, sang pemilik kembali lagi ke lokasi penguburan massal. Ia ingin memastikan ternak yang dipeliharanya itu sudah mati atau belum.
Lolita, begitu sang pemilik menyebutkan nama hewan ternaknya. Babi itu hanya mengendus dan mengeluarkan suara, tak bisa berdiri. Rupanya kehadiran sang pemilik mengakhiri perjuangan Lolita melawan ganasnya virus african swine fever (ASF) atau flu babi.
Koordinator penguburan massal ternak babi, Irenius Ola Samun, Minggu (30/1), menuturkan, Lolita menjadi kelompok ternak perdana yang dikuburkan secara massal di lokasi tersebut. Sejak itu, bukit yang terletak di belakang pasar Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, itu dinamakan bukit Lolita.
Tim pemulasaran ribuan ternak korban virus ASF menamakan bukit Lolita sekadar mengingat perjuangan pemerintah dan pemilik ternak yang tak kuasa melawan wabah mematikan ASF di Lembata. Ada tiga dokter hewan ditambah 15 personel tim pemulasaran ternak sekaligus mengedukasi masyarakat disediakan Pemkab Lembata di bukit ini. (OL-14)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved