Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melonjak dampak dari cuaca buruk dan bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Meski begitu, cadangan pangan Kalsel dipastikan aman hingga empat bulan ke depan.
Banjir dan longsor yang melanda 11 kabupaten/kota di Kalsel menyebabkan 208 jembatan dan hampir 1.000 kilometer ruas jalan berstatus
jalan nasional hingga jalan kabupaten rusak dan beberapa ruas terputus. Kondisi menyebabkan transportasi dan distribusi kebutuhan pokok antarkabupaten dan provinsi terganggu.
"Untuk stok bahan pokok di Kalsel masih relatif stabil. Namun ada kenaikan harga kebutuhan pokok terutama jenis sayuran lokal, seperti kacang panjang, kecambah, tomat, kangkung, petai, cabe rawit. Kenaikan harga antara 10-30%," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani, Kamis (28/1).
Baca juga: Ngombe Teh Tubruk, Upaya Menjaga Toleransi Warga Tegal
Kenaikan harga, menurut Birhasani, adalah akibat bencana banjir yang melanda daerah sentra produksi pertanian serta akibat terhambatnya akses transportasi dan distribusi antardaerah. Kebutuhan pokok lain seperti BBM dan gas juga terhambat.
Hingga kini, akses jalan nasional yang terputus akibat banjir di wilayah Kabupaten Banjar dan Tanah Laut belum pulih. Arus transportasi dialihkan ke jalur alternatif.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel Syamsir Rahman mengatakan lebih 46 ribu hektare lahan pertanian di 11 kabupaten/kota rusak terkena banjir.
"Kalsel kehilangan potensi produksi padi hingga 200 ribu ton. Namun, kita optimistis produksi padi masih aman karena beberapa daerah seperti Kabupaten Tapin akan memasuki masa panen. Sementara stok pangan kita berdasarkan data Bulog cukup hingga empat bulan ke depan," ujarnya.
Pada bagian lain, Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan kerugian
sektor pertanian akibat bencana banjir di Kalsel adalah sebesar Rp216,266 miliar, dari total kerugian bencana mencapai Rp1,349 triliun.
Berdasarkan kajian BPPT, banjir besar dan tanah longsor yang melanda wilayah Kalsel terjadi akibat curah hujan ekstrem dan penurunan tutupan lahan terutama di daerah hulu yang berfungsi sebagai area penyimpanan air. (OL-1)
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
INSTITUSI Disabilitas Indonesia (Indisi) menggandeng PT Telkom Indonesia dan Junior Chamber International Batavia menyalurkan bantuan sosial.
DAIKIN kembali menggelar salah satu agenda inisiatif tahunan perusahaan “Roda-Roda Ramadan" dengan menyalurkan 1000 paket sembako (sembilan bahan pokok).
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved