Minggu 03 Januari 2021, 22:59 WIB

Cegah Klaster Baru, Tuban Tutup Sejumlah Obyek Wisata Religi

M Yakub | Nusantara
Cegah Klaster Baru, Tuban Tutup Sejumlah Obyek Wisata Religi

MI/M Yakub

 

Selama libur panjang perayaan Tahun Baru, Pemkab Tuban, Jatim, membatasi jumlah pengunjung pada sejumlah obyek wisata di wilayahnya  sekitar 30%. Bahkan, untuk obyek wisata religi Pemkab menutup sementara agar tidak muncul klaster wisata ditempatnya.

"Ya, kami batasi jumlah pengunjung sekitar 30%. Hal ini sebagai antisipasi untuk meminimalisir sebaran virus di obyek wisata selama libur panjang pergantian tahun," kata kata Juru Bicara Satgas Covid-19  Kabupaten Tuban, Endah Nurul Qomariyati, Minggu (3/1) petang.

Menurut dia, pembatasan jumlah pengunjung hingga 30% itu berlaku pada semua obyek wisata alam dan lainnya di Tuban. Sejumlah obyek wisata di Tuban itu antara lain, obyek wisata Pantai Kelapa di Desa Tasik Madu, Kecamatan Palang, Pantai Boom, obyek wisata alam Goa Abkar di Kecamatan Kota Tuban.

Selain itu, obyek wisata Pantai Cemara di Kecamatan Jenu, obyek wisata Goa Ngerong di Kecamatan Rengel, obyek wisata Pantai Sowan di Kecamatan Bancar dan tempat wisata Air Terjun Nglirip di Kecamatan Singgahan.

Sementara khusus untuk sejumlah obyek wisata religi, lanjut dia, seperti makam Sunan Bonang yang berada di Pusat Kota Tuban, Makam   Sunan Bejagung serta  Makam Syeikh Ibrahim Asmoro Qondi ( ayah Sunan Ampel) di Kecamatan Palang, S ditutup selama liburan ini.

Ia menjelaskan, pembatasan pengunjung pada sejumlah obyek wisata di Tuban itu mengacu itu pada Surat Edaran (SE) Bupati Tuban tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada bulan Desember 2020 dan Tahun 2021, sejak Kamis (17/12).

"Ini berlaku mulai 18 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021 dengan batas waktu pukul 21.00 Wib," jelasnya.

Menurut dia, dengan diterbitkannya Surat Edaran bernomor 367/6776/414.012/2020 sebagai tindaklanjut perubahan status Kabupaten Tuban yang kembali masuk Zona Merah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Ini setelah dalam sepekan terakhir jumlah warga yang terkonfirmasi covid-19 mencapai 316 orang.

Ia mengungkapkan Pemkab Tuban memberi perhatian serius terhadap perubahan status tersebut. "Selain itu, juga menyikapi respon masyarakat yang masih belum optimal dalam menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Dikatakannya, mengacu pada Surat Edaran tersebut seluruh masyarakat Kabupaten Tuban diharapkan membatasi kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa atau kerumunan. Di antaranya, kegiatan masyarakat seperti hajatan, pentas seni, resepsi dan bepergian ke luar daerah.

"Sebisa mungkin semua itu dibatasi, dikurangi atau bahkan jika bisa ditunda," tandasnya.

Pemkab Tuban juga memberlakukan jam malam atau pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah. Pembatasan tersebut untuk kegiatan masyarakat yang tidak perlu karena dapat menimbulkan kerumunan.

Sedangkan bagi pelaku usaha dan sektor ekonomi lain, lanjut dia, diharapkan mengatur sirkulasi pengunjung dan pembatasan waktu kunjungan. Selain itu, tetap menerapkan protokol kesehatan ketat saat menjalankan usahanya. (YK/OL-10)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Bandara Ngurah Rai Bali akan Pasang 288 Unit Solar Panel System

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:32 WIB
Untuk tahap awal, PLTS berupa 288 unit solar panel system (photovoltaics) dengan kapasitas maksimal 155 kilo watt peak (kWp) akan dipasang...
ANTARA FOTO/Bayu Pratama

Kalsel Tetapkan Isu Prioritas Lingkungan Hidup

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:18 WIB
Bencana banjir dan pengelolaan sampah menjadi isu prioritas utama lingkungan hidup di...
Dok.Mi

Rem Blong, Bus Pariwisata Tabrak Kendaraan Hingga Rumah Warga dan Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:15 WIB
Kejadian tersebut, menyebabkan rumah, sepeda motor, dan mobil mengalami kerusakan, hingga tiga orang meninggal dunia dan 23 orang lainnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya