Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PENOLAKAN terhadap vaksin Covid-19 ditemukan di sejumlah kalangan masyarakat. Penolakan tersebut diduga timbul karena kesalahpahaman mengenai vaksin akibat informasi yang keliru hingga kabar bohong.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan seharusnya masyarakat tidak perlu takut pada penyuntikan vaksin tetapi takut pada virusnya. "Kita paham, mungkin takut. Tapi harusnya kita takut pada virusnya, bukan vaksinnya," kata Siti dalam acara Nunggu Sunset: 2021, Indonesia Bersiap Vaksinasi Covid-19 yang disiarkan live di Instagram Media Indonesia, Kamis (31/12).
Ia menjelaskan, melalui vaksinasi, tubuh manusia memang disuntikan virus. Namun, virus tersebut sudah dilemahkan sehingga tidak akan membuat sakit, sebaliknya justru memberikan perlindungan untuk tubuh.
Setidaknya terdapat 3 manfaat vaksinasi masal yang akan didapatkan. Pertama, manfaat yang dirasakan langsung oleh penerima vaksin itu. Kedua, semakin banyak orang yang tervaksinasi, yang muncul bukan lagi kekebalan individu tetapi kekebalan kelompok.
"Inilah yang kita inginkan, kalau kekebalan kelompok terbentuk, itu akan membentengi kelompol lain yang tidak tervaksinasi seperti lansia. Ketiga, membentuk kekebalan lintas kelompok," ungkap Siti.
Hal senada juga dikatakan Deputi Fundamental Research Eijkman Institute, Herawati Sudoyo. Ia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir pada program vaksinasi karena menurutnya bukanlah hal yang baru.
"Vaksinasi sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Saya juga bingung mengapa tiba-tiba ada penolakan kepada vaksin padahal di dalam tubuh kita telah meneima berbagai jenis vaksin," katanya.
Indonesia saat ini sudah mendapatkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Program awal vaksinasi direncanakan akan dilakukan pada Januari 2021. (R-1)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved