Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga kebutuhan komoditas bahan pokok di beberapa pasar tradisional di wilayah Priangan Timur sejak beberapa pekan telah mengalami kenaikan. Kebutuhan tersebut, menyebabkan banyak konsumen mengeluhkan dengan harga yang sangat tinggi mulai daging ayam potong, telur, bawang merah, cabai merah dan sayuran serta lainnya.
Pantauan di beberapa pasar tradisional mulai dari Pancasila, Cikurubuk, Singaparna, Ciamis harga kebutuhan pokok telah merangkak naik. Antara lain bawang merah Rp40 ribu per kg, bawang putih Rp45 ribu per kg, bawang bombay Rp35 ribu, daging ayam potong Rp36 ribu per kg, telur Rp30 ribu per kilogram. Penaikan ini juga diikuti sayuran yang naik sebesar Rp500 sampai Rp1.500 per kg. Mulai dari terung, tomat, kangkung, kembang kol, dan lainnya.
Seorang pedagang sayuran di pasar Pancasila, Iis Tisna, 50, warga Purbaratu mengatakan, kebutuhan pokok Natal dan Tahun Baru 2020 semuanya telah merangkak naik dan pasokan pengiriman dari beberapa daerah berkurang. Karena, para petani belum panen dan ada sebagian baru tanam seperti halnya cabai merah, bawang merah dan sayuran yang berupa kembang kol, terung hingga lainnya.
"Untuk sayuran berupa kangkung, pakcoy, kol, wortel, kentang, dan lainnya terbatas. Karena, pedagang telah dikirim ke pengepul berasal dari Majalengka, Garut, Ciamis, Tasikmalaya dan lainya. Kebutuhan bahan pokok tinggi tapi barang yang ada terbatas hingga berdampak pada tingginya penjualan seperti halnya wortel semula dijual Rp12 ribu per kg menjadi Rp13 ribu per kg, terung normalnya Rp9 ribu per kg menjadi Rp11 ribu per kg," katanya, Rabu (23/12/2020).
Penjual daging sapi dan ayam potong di pasar Cikurubuk, Yusuf, 55, mengatakan, kebutuhan daging sapi untuk sekarang masih terus mengalami kenaikan. Biasanya dijual antara Rp110 hingga Rp120 ribu per kg sudah naik menjadi Rp130 ribu per kg. Sedangkan, harga daging ayam ras dijual Rp28 ribu per kg naik Rp36 ribu per kg, ayam kampung hidup biasa dijual Rp60 ribu-Rp 65 ribu menjadi Rp80 ribu per kg.
"Kebutuhan yang selama ini dijualnya hanya kepada para konsumen tertentu karena ekonomi sekarang ini sulit dan mana ada pembeli yang berani membeli dengan harga tinggi. Apalagi, pemotongan sapi mengalami penurunan di tengah pandemi meski biasanya sebelum wabah korona terjadi paling banyak 20 ekor dan sekarang hanya bisa memotong antara 5 sampai 10 ekor," ujarnya.
Sementara itu, pedagang telur Dedi, 47, di Blok C Pasar Pancasila mengatakan, kebutuhan jelang natal dan tahun baru sekarang ini telah ada batasan pengiriman dari Blitar mencapai 3 kwintal dari jumlah 5 kwintal bagi distributor di wilayah Priangan Timur. Namun, kenaikan juga berimbas pada para pelanggan yang biasanya 2 sampai 3 kg kini hanya membeli 1,5 kg.
"Jelang Natal dan tahun baru, kebutuhan telur semakin merangkak naik mulai dari Rp 500 naik menjadi Rp1.500 hingga Rp2.000 dan kini harganya dari setiap penjual senilai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan telur, membuat para pedagang mengeluhkan karena harus kehilangan para pelanggan dan semua telur tidak bisa bertahan lama," paparnya. (AD/OL-10)
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Minggu, menyampaikan bahwa harga jual daging sapi saat ini berada di angka Rp 135.000 per kilogram (kg) dan masih relatif stabil.
Untuk itu semua jagal wajib menjaga stabilitas harga karkas sehingga harga daging di Pasar tidak lebih dari Rp130.000/kg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi.
Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved