Senin 14 Desember 2020, 13:48 WIB

Banjir Meluas, Pemkab Kudus Siapkan Pengungsian Patuh Prokes

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir Meluas, Pemkab Kudus Siapkan Pengungsian Patuh Prokes

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Warga menyelamatkan barang di rumah yang terendam banjir di Desa Jati Wetan, Kudus, Jawa Tengah

 

BENCANA banjir yang melanda wilayah Kudus semakin meluas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera menyiapkan pengungsian dengan standar protokol kesehatan (prokes) di setiap desa rawan bencana untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan mengantisipasi penyebaran covid-19.

Pemantauan Media Indonesia, Senin (14/12), bencana banjir berdampak pada beberapa sektor, seperti lahan pertanian terendam banjir telah mencapai 1.718 hektare atau meningkat dibanding sebelumnya sebanyak 1.643,5 hektare.

Bahkan dikhawatirkan banjir akan lebih besar lagi karena curah hujan cukup tinggi yang diperkirakan akan terjadi hingga Januari 2021. Selain merendam lahan pertanian, banjir juga sempat merendam perkampungan penduduk akibat sungai meluap dan gangguan di saluran irigasi.

"Sawah terendam terbesar terjadi di Kecamatan Undaan yakni 791 hektare, Mejobo 374 hektare, Jati 20 hektare dan Kaliwungu empat hektare," kata Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Arin Nikmah.

Mengantisipasi banjir besar terjadi seperti 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan tempat pengungsian dengan standar protokol kesehatan (prokes) di setiap desa rawan bencana.

Baca juga:  Banjir di Kudus Meluas

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo telah menginstruksikan semua desa rawan bencana di daerah ini untuk membuat pengungsian dengan standar prokes seperti sarana dan prasarana kesehatan dari mulai tempat mencuci tangan, masker, sekat ruangan hingga ketersediaan obat dan bahan makanan.

Selain untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada pengungsi, ungkap Hartopo, penyiapan tempat pengungsian berstandar prokes ini sekaligus untuk mencegah penyebaran covid-19 di tengah pengungsian.

"Setiap warga mengungsi harus patuhi prokes dengan penampatan berjarak satu dengan lainnya serta diberi sekat pembatas," ujar Hartopo.

Semua pimpinan kecamatan dan ASN juga diminta mempersiapkan relawan penanggulangan bencana di setiap desa, sehingga akan lebih bersiaga ketika bencana datang.(OL-5)

 

 

Baca Juga

MI/Adi Kristiadi

Lolos Di Cileunyi, Ratusan Kendaraan Pemudik Tersekat Di Gentong

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 06 Mei 2021, 22:01 WIB
RATUSAN kendaraan dari arah Bandung melalui Garut menuju Tasikmalaya yang lolos dalam pos penyekatan di Cileunyi, terpaksa harus putar...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Jika Nekat Mudik, ASN Pemprov Jatim Bakal Dipecat

👤Faishol Taselan 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:45 WIB
Selama pemberlakuan larangan tersebut, setiap ASN dan PTT-PK wajib absen melalui e-presensi mobile setiap...
MI/Solmi Suhar.

Bus Tujuan Palembang Dipaksa Putar Kepala di Perbatasan Jambi-Riau

👤Solmi 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:32 WIB
Untuk pengamanan arus mudik pada masa pelarangan mudik yang dimulai Kamis ini, jajaran Polres Tanjungjabung Barat mengerahkan 130 personel...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya