Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir yang melanda wilayah Kudus semakin meluas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera menyiapkan pengungsian dengan standar protokol kesehatan (prokes) di setiap desa rawan bencana untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan mengantisipasi penyebaran covid-19.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (14/12), bencana banjir berdampak pada beberapa sektor, seperti lahan pertanian terendam banjir telah mencapai 1.718 hektare atau meningkat dibanding sebelumnya sebanyak 1.643,5 hektare.
Bahkan dikhawatirkan banjir akan lebih besar lagi karena curah hujan cukup tinggi yang diperkirakan akan terjadi hingga Januari 2021. Selain merendam lahan pertanian, banjir juga sempat merendam perkampungan penduduk akibat sungai meluap dan gangguan di saluran irigasi.
"Sawah terendam terbesar terjadi di Kecamatan Undaan yakni 791 hektare, Mejobo 374 hektare, Jati 20 hektare dan Kaliwungu empat hektare," kata Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Arin Nikmah.
Mengantisipasi banjir besar terjadi seperti 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan tempat pengungsian dengan standar protokol kesehatan (prokes) di setiap desa rawan bencana.
Baca juga: Banjir di Kudus Meluas
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo telah menginstruksikan semua desa rawan bencana di daerah ini untuk membuat pengungsian dengan standar prokes seperti sarana dan prasarana kesehatan dari mulai tempat mencuci tangan, masker, sekat ruangan hingga ketersediaan obat dan bahan makanan.
Selain untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada pengungsi, ungkap Hartopo, penyiapan tempat pengungsian berstandar prokes ini sekaligus untuk mencegah penyebaran covid-19 di tengah pengungsian.
"Setiap warga mengungsi harus patuhi prokes dengan penampatan berjarak satu dengan lainnya serta diberi sekat pembatas," ujar Hartopo.
Semua pimpinan kecamatan dan ASN juga diminta mempersiapkan relawan penanggulangan bencana di setiap desa, sehingga akan lebih bersiaga ketika bencana datang.(OL-5)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan pentingnya penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) di tempat wisata.
Dalam menghadapi ancaman Covid-19 ini, Pemko Banjarmasin mulai melakukan mitigasi dengan melibatkan semua sektor.
KETUA Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menilai lonjakan kasus covid-19 saat ini harus menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat.
KEPALA Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengimbau masyarakat Indonesia untuk kembali menerapkan protolol hidup sehat menyusul lonjakan kasus Covid-19
Sejulah atlet yang berkompetisi di Olimpiade Paris 2024 terjangkit Covid-19. Terbaru, perenang Inggris Adam Peaty dinyatakan positif setelah lima atlet polo air Australia.
Janji kampanye Ganjar terkait 1 nakes 1 desa dianggap tidak cukup penuhi kebutuhan layanan kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved