Kamis 19 November 2020, 16:26 WIB

Museum Titik Nol Solo Terima Hibah Batik Raja Motif Parang Barong

Widjajadi | Nusantara
Museum Titik Nol Solo Terima Hibah Batik Raja Motif Parang Barong

MI/Widjajadi
Museum Titik Nol Solo Terima Hibah Koleksi Batik Raja Bermotif Parang Barong

 

KEBERADAAN museum titik nol di Solo memang belum begitu familiar bagi masyarakat luas. Namun, Mayor Haristanto, 59, mantan pentolan organisasi suporter Pasoepati terus berusaha mengakrabkan museum tersebut pada masyarakat khususnya penggemar olahraga sepak bola.

Sejak diperkenalkan kepada masyarakat mulai pertengahan Juli lalu, museum yang berlokasi di kawasan Jl Letjen Sutoyo, Nusukan, Banjarsari itu, terus berbenah dan berburu barang-barang bersejarah milik insan olahraga bola, mulai dari pemain, pelatih dan tokoh penggemar bola.

Setidaknya sudah ada sejumlah kostum dan sepatu pemain juga batik bersejarah milik pemain bola, pelatih dan tokoh mania bola, seperti Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo dihibahkan untuk Museum Titik Nol.

"Hari ini termasuk hari untuk bersuka bagi Museum Titik Nol, karena Wakil Wali Kota Achmad Purnomo menghibahkan baju kuno miliknya yang sempat dipakai saat menghadiri peresmian purnapugar Stadion Manahan oleh Presiden Jokowi pada Februari silam," kata Mayor kepada Media Indonesia usai menerima hibah batik Danar Hadi bermotif Parang Barong Kawung Kukila, Kamis (19/11).

Menurut Achmad Purnomo, batik yang dihibahkan ke museum itu memiliki pola yang hanya diperkenankan atau dikenakan oleh Raja.

"Yang memakai haruslah para pemimpin. Ini batik keraton atau batik raja," ungkap Achmad Purnomo.

Baca juga: Stadion Manahan Solo Mulai Ditata

Pola Kawung di dalam seni batik merupakan pola batik tertua. Ragam hias Kawung bisa dijumpai di candi-candi Hindu seperti Prambanan, Dieng dan Jago. Kawung bisa dimaknai sebagai selalu eling, sehingga pemakai akan selalu ingat bahwa kehidupan harus disyukuri hingga harus berbuat baik.

Saat peresmian stadion mewah di Solo yang akan dipergunakan sebagai venue utama pesta sepak bola dunia U-20 tahun 2021, Achmad Purnomo merupakan satu-satunya tamu undangan yang mengenakan baju batik.

"Pak Purnomo tampil beda, karena satu-satunya tamu yang berkostum batik, sementara ratusan tamu undangan lain berkaos olahraga. Jadi hibah batik ini punya sejarah tersendiri, pas untuk jadi koleksi Museum Titik Nol," kata Mayor dengan mimik bangga.

Batik motif Parang Kawung Barung Kukila menjadi koleksi ketiga batik bersejarah yang dimiliki Museum Titik Nol. Dua batik lainnya adalah milik Widyantoro, pemain yang kemudian menjadi pelatih kiper Persis Solo.

"Kami terus membuka peluang kepada siapapun, terutama insan sepak bola di Tanah Air untuk menyumbang barang bersejarah berkenaan dengan sepak bola menjadi koleksi Museum Titik Nol di Nusukan," pungkas Mayor.(OL-5)

Baca Juga

DOK MI

Kasus DBD Mengalami Lonjakan di Kota Pariaman

👤Yose Hendra 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:02 WIB
KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pariaman, Sumatera Barat mengalami...
DOK MI

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Aktifkan Kembali Lokasi Isoter

👤Ruta Suryana 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:59 WIB
SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten  Buleleng, Bali kembali mengaktifkan tempat isolasi terpusat (isoter), mulai Kamis...
MI/Ardi.

PKL di Teras Malioboro Bebas Retribusi selama Setahun

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:55 WIB
Selain Teras Malioboro 1 di seberang Pasar Beringharjo, PKL Malioboro juga direlokasi di samping Gedung DPRD...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya