Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Saat Pandemi, Jarang Koting Manfaatkan Medsos untuk Jualan

Gabriel Langga
04/11/2020 10:26
Saat Pandemi, Jarang Koting Manfaatkan Medsos untuk Jualan
Fransiskus Albino Lusiana sedang mengantarkan produk lokalnya gelang gading kepada pembeli di Kota Maumere.(MI/Gabriel Langga)

PANDEMI covid-19 menjadi momen terbaik untuk mempromosikan produk lokal melalui media sosial. Tidak harus berjualan secara langsung, pelaku usaha bisa dengan mudah melakukan promosi secara daring. Seperti yang dilakukan UMKM Jarang Koting yang beralamat di Desa Koting B, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Pemilik UMKM Jarang Koting, Fransiskus Albino Lusiana, kepada mediaindonesia.com, Rabu (4/11), mengaku, di masa pandemi virus covid-19, ia lebih banyak menjual produk lokalnya berupa gelang gading hasil kerajinan tangan lewat media sosial (medsos) seperti Facebook atau Whatsapp.

"Saya lebih banyak posting produk gelang gading di medsos lewat ponsel. Kalau ada yang minat, pasti orangnya langsung inboks atau Whatsapp untuk pesan barangnya. Kalau mereka pesan, pasti saya sendiri yang langsung antar ke rumah pembeli sesuai dengan alamat yang diminta," papar Albino.

Baca juga: Sekolah Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Disampaikan dia, selain gelang gading, dirinya juga mempromosikan produknya di media sosial seperti anting, liontin, asbak, cincin, pipa rokok, konde, pros dan kalung. Produk itu terbuat dari serbuk gading.

"Kalau produknya terbuat dari gading asli, harganya mahal sekali. Apalagi dalam situasi pandemi begini. Paling banyak pembeli itu beli produk-produk yang terbuat dari serbuk gading," ungkap Albino.

Terkait harga, kata Albino, produk terbuat dari gading asli itu tidak bisa ditawar menawar. Mengingat mencari gading itu sulit sekali. Sementara, kalau dari produk serbuk gading itu bisa tawar menawar.

"Contohnya kita posting di medsos, harga gelang gading yang terbuat dari serbuk gading seharga Rp500.000 ribu. Saat dipesan oleh pembeli dan kita antar kepada pembelinya, yang bersangkutan minta turun harga, mau tidak mau kita kasih turun harga. Intinya produknya kita bisa dibeli oleh mereka," tandasnya.

Dia menceritakan lewat unggahan di media sosial ini, banyak sekali peminatnya yang bukan berasal dari Kabupaten Sikka tetapi juga berada di luar Sikka.

"Lebih banyak pembeli itu ibu-ibu. Mereka lebih banyak pesan gelang dan anting yang terbuat dari serbuk gading. Pokoknya setiap hari itu, ada pembeli sekitar satu atau dua orang, kalau kita posting produk kita di media sosial ini. Saya sendiri langsung antar apabila dipesan oleh mereka. Intinya media sosial ini sangat membantu bagi kami sebagai pelaku UMKM," papar Albino.

Albino menambahkan, untuk mengerjakan kerajinan ini, ada beberapa pekerjanya berasal dari anak sekolah. Setelah pulang sekolah, mereka langsung datang untuk mengerjakan gading. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya