Sabtu 24 Oktober 2020, 15:11 WIB

Pesawat Citilink Tabrak Layang-Layang saat Hendak Mendarat

Ardi Teristi | Nusantara
Pesawat Citilink Tabrak Layang-Layang saat Hendak Mendarat

MI/Heri Susetyo
.

 

PESAWAT Citilink dengan nomor penerbangan QG 1107 dari Jakarta menabrak layang-layang ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada Jumat (23/10).

Pesawat Citilink QG 1107 yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto pada pukul 16.46 WIB. Pada pukul 16.49, ditemukan ada layang-layang di roda pesawat ketika dilakukan pengecekan pesawat setelah erhenti dan terparkir di bandara.

Kejadian itu tidak mengganggu lalu lintas dan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto.

"Setelah pesawat block on pada parking stand, tim operasional selalu melakukan pengecekan pesawat untuk memastikan keselamatan pascapenerbangan. Saat pengecekan pesawat itu dilakukan, tim operasional menemukan layang-layang yang tersangkut pada bagian atas roda kanan pesawat," jelas Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto.

Setelah ditindaklanjuti lebih dalam, ternyata pihaknya tidak menemukan kerusakan apapun pada pesawat. Pesawat dalam kondisi aman dan siap untuk melanjutkan penerbangan," lanjut Agus.

Atas kejadian tersebut, Agus Pandu Purnama mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di area sekitar bandara. "Layangan akan berbahaya sekali ketika diterbangkan di kawasan sekitar bandara. Jika layangan tersangkut di baling-baling pesawat, risiko kecelakaan pesawat dan munculnya korban jiwa menjadi sangat tinggi," tegas Agus.

Hal itu sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pasal 210 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

Adapun ancaman pindana penjara selama tiga tahun atau denda maksimal sebanyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dapat dikenakan bagi pelanggar sebagaimana diatur dalam Pasal 421 ayat 2. "Akan kami tindak secara tegas bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut," tutup Agus. (OL-14)

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

Dua Kekuatan Pemulihan Ekonomi DIY Lewat Pariwisata dan Pendidikan

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:55 WIB
Pemulihan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat pandemi covid-19 akan bertumpu pada dua kekuatan. Yakni pariwisata dan...
MI/Gabriel Langga

Pertamina Maumere Pastikan Suplai BBM Aman Jelang Nataru

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:54 WIB
Stok BBM di terminal BBM Maumere akan disalurkan ke wilayah Nusa Tenggara Timur II yang meliputi Larantuka, Kalabahi, Atapupu, Waingapu,...
MI/Djoko Sardjono

Pilkada, Polres Klaten Terjunkan 638 Personel Pengamanan TPS

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:41 WIB
Sebanyak 638 personel Polres Klaten, Jawa Tengah, akan diterjunkan untuk pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan bupati dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya