Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 24 ribu siswa miskin mulai dari SD, SMP, dan SMA/SMK yang berada di daerah pemilihan (Dapil) NTT I meliputi Flores, Lembata, dan Alor menerima bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP).
Dana itu diberikan melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP). Setiap siswa miskin dari SD akan mendapatkan bantuan sebesar Rp450 ribu, siswa SMP Rp750 ribu, dan siswa SMA/SMK Rp 1 juta.
Andreas mengatakan ada dua jalur penyaluran dana PIP yakni jalur aspirasi dan jalur dapodik dengan tujuan membantu anak-anak agar tidak terhambat dalam proses belajar demi dan bisa melanjutkan sekolah.
Baca juga: Hari Kedua Pembagian BST di Pematangsiantar, Prokes Tetap Dipatuhi
Untuk itu, ada 24 ribu PIP yang dibagikan di dapil NTT I. Itu merupakan dari jalur aspirasi anggota DPR RI.
"Sebanyak 24 ribu PIP ini jalur aspirasi saya. Tetapi jumlahnya terbatas. Tapi, setidaknya kita bisa membantu paling tidak bisa memberikan jalan keluar untuk kebutuhan anak-anak seperti seragam sekolah dan buku tulis dan lain-lainnya," ujar Andreas, Jumat (16/10), saat ditemui mediaindonesia.com di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Andreas, PIP merupakan salah satu program unggulan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 2014 yang diperuntukkan bagi siswa-siswa kurang mampu.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap PIP dapat membantu dan menyokong anak-anak penerima bantuan untuk menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan daerah.
Dia mengingatkan untuk tidak melihat besaran jumlahnya, tapi sebaliknya bagaimana pemerintahan sekarang memberikan kepedulian kepada
anak-anak sekolah yang layak mendapatkan PIP.
Selain PIP, kata dia, saat ini, pemerintah Jokowi juga menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program ini untuk memperluas akses bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat dari keluarga kurang mampu, agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Total anggaran untuk program KIP Kuliah pada 2020 sebesar Rp2,64 triliun.
"Dana KIP kuliah ini disediakan untuk membantu para mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki kemampuan akademik baik. Untuk tahun ini, lewat jalur aspirasi, saya dapat kuota KIP kuliah 500 orang," pungkas Andreas. (OL-1)
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menekankan pentingnya kejelasan tindak lanjut setelah pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilakukan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini minta keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau (Board of Peace) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump takdisalahartikan
Negara tidak boleh membiarkan praktik perparkiran yang menempatkan rakyat sebagai pihak paling lemah dan selalu menanggung risiko.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
Kewenangan penuh untuk mensimulasikan mekanisme aturan ada di tangan DPR bersama pemerintah selaku pembentuk undang-undang.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved