Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ACARA dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, pada Rabu (23/9) malam, masih menjadi perbincangan sejumlah kalangan. Pasalnya acara tersebut dihadiri ribuan warga di tengah pandemi covid-19.
Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik menyebut acara ndangdutan yang digelar di masa pandemi covid-19 menunjukkan tidak adanya kepekaan terhadap apa yang sedang dialami bukan hanya di Kota Tegal tapi juga di Indonesia.
Harusnya acara tersebut tidak sampai dilaksanakan di tengah pandemi covid-19 yang masih berlagsung bahkan korbannya semakin meningkat. Budaya gotong royongnya sama sekali tidak ada. Ya, gotong royong untuk bersama pemerintah berupaya menaggulangi pandemi covid-10," tutur Atmo, Kamis (24/9).
Hal yang sama disampaikan akademisi yang sekaligus pengamat kebijakan pubik Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Hamidah Abdurrachman. Hamidah mengaku prihatin adanya gelaran yang mengakibatkan kerumunan tersebut. Apalagi, acara itu digelar oleh pejabat publik," ujar Hamidah.
Ia menyebut pejabat yang dimaksud tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan dan kewaspadaan terhadap persoalan yang tengah dihadapi. "Apalagi sebagai wakil rakyat dan pimpinan lembaga harusnya mempertimbangkan kondisi masyarakat kita banyak yang kesusahan karena pandemi," ucap Hamidah.
Tak hanya itu, Hamidah juga mempertanyakan izin dari pihak kepolisian apalagi untuk sebuah pesta dengan hiburan seperti itu yang sudah pasti dikunjungi banyak orang. Harusnya pihak keamanan sebelum mengeluarkan izin harus berpikir panjang," kata Hamidah.
Seperti diketahui, acara dangdutan yang digelar di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal dan didatangi ribuan warga itu, merupakan hajatan pernikahan yang diselenggarakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo. (R-1)
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Langkah ini bertujuan untuk melakukan studi komparasi guna memperkaya referensi dalam penyusunan regulasi baru.
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Enam pelaut Indonesia telantar di Cabo Verde, Afrika Barat. Mereka terjebak dilema antara pulang tanpa upah setahun atau bertahan di kapal yang terbengkalai.
Menurut data BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 150 rumah rusak, sejumlah bangunan pondok pesantren, sekolah dan jalan rusak parah akibat bencana tanah bergerak.
Haul Sewindu almarhum Ki Enthus Susmono yang digelar di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (3/2/2026) malam.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved