Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG ibu dan dua anaknya meninggal akibat kebakaran toko berlantai tiga di pinggiran Jalan Nasional Bireuen-Lhok Seumawe, kawasan Desa Cureh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Ketiga korban tersebut diduga terjebak di lantai dua karena terkepung asap tebal dan kobaran api.
Sesuai penelusuran Media Indonesia, Selasa (22/9), kebakaran toko usaha perbengkelan sepeda motor dan penjualan spare part itu berawal pada Senin (21/9) malam, sekitar pukul 22.00 Wib.
Baca juga: Jawa Barat Dominasi Bencana Hidrometeorologi
Tidak diketahui secara jelas sumbernya, tiba-tiba api membakar bengkel kenderaan roda dua itu.
Begitu mengetahui ada api, sang pemilik bengkel bernama Muhammad Jafar, 38, spontan teringat kepada istrinya, Intan, 30, dan
dua anak mereka yaitu Syifa Humaira, 10, dan Nasuha, 7, yang saat itu berada di lantai dua. Langsung saja Muhammad Jafar naik ke lantai dua mencari istri dan kedua anaknya.
Karena kepulan asap pekan, Jafar gagal menemukan istri dan anak-anaknya. Jafar pun semakin panik karena api semakin membesar.
"Mungkin panik begitu melihat kebakaran cepat menjalar. Jafar turun menyelamatkan diri sehingga istri dan dua anaknya gagal terselamatkan," kata Husaini, tokoh Masyarakat Bireuen, Selasa (22/9).
Setelah pasukan pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar pukul 24.00 WIB, jasad ibu dan dua anaknya ditemukan di kamar mandi.
Ibu dan dua anaknya diduga terjebak di kamar mandi ketika hendak menyelamatkan diri.
"Jenazah ibu dan dua bocah itu langsumg dievakuasi ke rumah sakit Dokter Fauziah Bireuen," ungkap Husaini. (OL-1)
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved