Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
GUNA membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sorong, Papua Barat yang terdampak covid-19, PT Pertamina memberikan bantuan sebesar Rp1,45 miliar, Minggu (20/9).
Hal tersebut dilakukan karena PT Pertamina (Persero) mempunyai kepedulian dalam mendorong kemandirian masyarakat, terutama UMKM.
PT Pertamina turut ambil bagian dalam pengembangan UMKM melalui Program Kemitraan, yakni pengembangan pelaku usaha UMKM melalui permodalan, pemberian pelatihan dan sertifikasi, serta akses pasar.
Baca juga: Sebanyak 84% Penderita Covid -19 di Kalsel Sembuh
Vice Presiden CSR and SMEPP PT Pertamina Arya Dwi R menjelaskan program kemitraan merupakan salah satu bentuk kepedulian Pertamina, dalam mendorong UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.
"Program kemitraan ini adalah bagian dari program community development di Pertamina yang bentuknya berupa pinjaman modal usaha biaya murah, untuk rekan-rekan yang merintis usahanya di usaha kecil dan menengah," ungkap Arya kepada awak media usai kegiatan penyalurkan program kemitraan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim, Minggu (20/9).
Dibeberkan Arya, pada 2020, Pertamina akan menyalurkan bantuan program kemitraan di wilayah Sorong, Papua Barat, sebesar Rp3 miliar. Untuk saat ini, program kemitraan yang telah disalurkan di wilayah Sorong, Papua Barat, sebesar Rp1,45 miliar untuk sekitar 28 mitra binaan. Masing-masing mitra, mendapatkan besaran bantuan bervariasi.
"Program kemitraan ini akan terus digulirkan. Untuk wilayah Sorong, bantuan yang telah disalurkan sebesar Rp1,45 miliar, untuk 28 mitra binaan. Yang membuat hari ini istimewa adalah karena ini perdana di Sorong. Pertamina RU VII Kasim dan Pertamina MOR VIII, berkomitmen untuk terus mendukung UMKM yang ada disini," ujarnya.
Dibeberkan VP CSR and SMEPP Pertamina, pelaku UMKM tentunya di era pandemi membutuhkan dorongan dan dukungan. Salah satunya adalah modal usaha. Pinjaman ini nanti semuanya bergulir dan akan memberikan manfaat yang multiplayer effect kepada baik pemilik usaha maupun masyarakat di sekitarnya, yaitu dengan harapan terbukanya lapangan pekerjaan.
"Kesempatan-kesempatan bekerja di usaha kecil, menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Harapannya, program kemitraan ini juga bisa bermanfaat bagi usaha-usaha kecil yang lain. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, atas dukungan dan bimbingannya. Sehingga program kemitraan ini bisa tepat sasaran. Memang kondisi pandemi ini dirasakan pastinya akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan meringankan dan justru membangkitkan kembali semangat wirausaha khususnya yang ada di wilayah Sorong," tegas Arya.
Menurut Arya, dalam program kemitraan ini akan diberikan pendampingan antara lain dengan memberikan pelatihan dan juga proses untuk akses pasar.
"Pertamina memfasilitasi akses pasar dan juga sertifikasi halal serta sertifikasi Badan POM, untuk para mitra binaan. Memang kita akan menyeleksi mitra-mitra yang potensial, untuk diberikan pendampingan ini sehingga harapannya semua bisa tumbuh berkembang," jelas Arya.
Ditambahkannya, kesempatan ini dibuka juga untuk masyarakat yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha, tentunya ada syarat dan ketentuan berlaku karena semuanya akan diseleksi.
Sementara itu, Unit Manager Comreal and CSR Pertamina RU VII Kasim Dodi Yapsenang menjelaskan, pihaknya menyalurkan bantuan program kemitraan sebesar Rp1,45 miliar kepada 28 mitra binaan.
"Masih banyak lagi dana yang harus kami salurkan. Oleh karena itu, kami minta bantuan OPD terkait untuk bekerja sama dalam penyaluran program kemitraan. Penyaluran kali ini bergerak pada beberapa sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan dan perikanan yang tersebar di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan," tandasnya seraya berharap program ini dapat membantu pelaku UMKM untuk dapat bertahan pada masa pandemi, sehingga bisa menjadi penopang ekonomi yang kuat.
Selanjutnya, Bupati Sorong Johny Kamuru berterima kasih kepada PT Pertamina yang bersedia memberikan kepedulian kepada pelaku UMKM, melalui program kemitraan terutama di masa pandemi covid-19.
"Pemerintah daerah sangat mensupport program kemitraan yang dijalankan oleh Pertamina. Kami berharap dengan adanya program ini, dapat membantu para pelaku UMKM khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Sorong dalam mengembangkan usahanya," tandas Bupati Sorong. (OL-1)
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
PT Pertamina Hulu Energi menegaskan komitmennya mendukung target pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
Rangkaian acara pesta rakyat digelar di Tangerang, Banten, pada 23–24 Agustus 2025 untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Lifting perdana produk bahan bakar minyak berupa Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dengan campuran minyak jelantah dari Kilang Cilacap menjadi kado HUT ke-80 RI dari Pertamina.
Salah satu program unggulan yang diterapkan di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang bernama Nona Nori, yang fokus pada pengelolaan potensi lokal berbasis rumput laut.
Kinerja Pertamina pada semester I 2025 dinilai sejalan dengan semangat HUT ke-80 Republik Indonesia. Capaian positif itu juga disebut sangat mendukung upaya pencapaian swasembada energi.
Selain Wawali, juga diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Sorong, Bupati dan Pimpinan DPRD kabupaten Tambrauw, serta Bupati dan Pimpinan DPRD kabupaten Maybrat
Wali Kota Sorong menekankan pentingnya peran partai politik, khususnya Partai NasDem, dalam mendukung pemerintahan yang bersih, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
PEMERINTAH Kota Sorong resmi menyosialisasikan Peraturan Wali Kota Sorong Nomor 6 Tahun 2025 tentang Program Sekolah Gratis dan SK Wali Kota tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru Tahun Pelajaran 2025/2026.
Seluruh persyaratan administratif dan regulasi yang mendukung pembangunan pasar harus tuntas tahun ini.
SUKU Moi merupakan suku asli Tanah Papua yang tinggal di wilayah pesisir Papua Barat Daya.
Transportasi gratis berupa tiga buah longboat bagi para guru dan juga para pegawai yang bertugas di pulau Doom, pulau Soop dan pulau Ram.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved