Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyalahgunaan nakorba di Sulawesi Tengah (Sulteng), terus mengalami peningkatan. Sulteng kini menempati peringkat keempat penyalaguaan narkoba tertinggi di Indonesia.
Kepala BNN Provinsi Sulteng, Brigjen Sugeng Suprijanto mengatakan, berdasarkan hasil survey BNN RI tahun 2017, data prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sulteng, sebesar 1,70 persen, dengan jumlah terpapar sebesar 36.594 jiwa.
Jumlah tersebut mengalami penaikan, berdasarkan hasil survey LIPI pada 2019, data prevalensi meningkat menjadi 2,80 persen dengan jumlah terpapar narkoba berjumlah 52.341 jiwa. "Dengan demikian jumlah itu menempatkan Sulteng, di urutan keempat dari 34 provinsi di Indonesia," papar Sugeng di Palu, Rabu (16/9).
Menurutnya, saat ini BNN Provinsi Sulteng, terus melakukan pencegahan dan pemberantasan. Oleh karena itu, dalam kurun Januari hingga Agustus 2020, BNN Provinsi Sulteng, telah mengungkap 15 kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan 29 orang tersangka.
"Dari 29 tersangka itu disita sabu-sabu seberat 1174,66 gram, ganja 960 gram, uang tunai sebanyak Rp32 juta, roda dua satu unit dan roda empat dua unit," ungkap Sugeng.
Ia menambahkan, BNN Sulteng terus mengupayakan pemberantasan narkoba dengan semaksimal mungkin melalui pemutusan jaringan narkoba. "Jaringan yang masuk ke Sulteng, harus diputuskan. Sehingga tidak ada lagi suplai," imbuh Sugeng.
Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso mengatakan peringkat Sulsel sebagai provinsi keempat tertinggi dala penggunaan narkoba merupakan suatu tantangan untuk pihaknya. "Karena itu saja sudah instruksikan kepada Dirnarkoba Polda Sulteng, untuk tidak ragu-ragu dalam menindak pelaku narkoba," tegasnya.
Polda Sulteng, lanjutnya, akan terus bersinergi bersama BNN Provinsi Sulteng. "Penindakan dan pencegahan akan dilakukan bersama. Karena masalah narkoba ini akan menghancurkan negara. Bukan hanya sesaat, tapi sistematis. Dan kita tidak boleh kalah," tandas Rakhman. (R-1)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved