Selasa 01 September 2020, 21:50 WIB

Pengelola Wisata Danau Toba Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Pengelola Wisata Danau Toba Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan

MI/ Apul Iskandar
Kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara meminta para pemilik dan pengelola lokasi-lokasi wisata di kawasan Danau Toba untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Raja Sabrina mengatakan hal itu terkait sudah dibukanya kembali lokasi-lokasi wisata di kawasan Danau Toba setelah melakukan penutupan sementara pada awal-awal masa pandemi Covid-19. "Para pengelola tempat-tempat wisata di kawasan Danau Toba kami minta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya, Selasa (1/9).

Akhir pekan lalu Raja dan sejumlah kepala dinas terkait telahn mengunjungi beberapa lokasi wisata di kawasan Danau Toba. Antara lain Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulati Sianjur Mulamula Samosir, Wisata Batu Hoda Beach Simanindo Samosir, Pantai Pasir Putih Parbaba Pangururan Samosir, Pelabuhan Tigaras Simalungun serta Taman Wisata Religi Goa Maria Palipi Pangururan.

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan protokol kesehatan di lokasi-lokasi wisata di kawasan Danau Toba. Selain itu, dalam kunjungan selama dua hari tersebut Sekda dan rombongan juga memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat dan para pengelola tempat-tempat wisata terkait penerapan protokol kesehatan.

Misalnya, mereka harus menyiapkan tempat menyuci tangan untuk wisatawan dan bahkan harus meminta wisatawan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke lokasi wisata yang dikelola.

Begitu juga di pelabuhan. Para petugas kapal penyeberangan dan pelabuhan juga harus mengecek suhu wisatawan sebelum naik ke kapal, serta menyiapkan hand sanitizer di atas kapal.

Dalam kunjungannya, Sekda melihat masih ada beberapa tempat dan kalangan masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan, terutama di Samosir. Raja menegaskan meski Samosir merupakan daerah zona hijau, tetapi tidak dapat menjadi alasan untuk tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Jangan nanti dengan datangnya turis, mereka tidak melakukan protokol kesehatan. Nanti akan menyebabkan penyebaran pula di daerah itu," pungkasnya. (R-1)

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Kemenpar Tinjau Obyek Wisata dan Budaya di Kabupaten Maybrat

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 11:57 WIB
Kehadiran Kementrian Pariwisata merupakan suatu motivasi untuk terus membangun obyek wisata menjadi lebih...
Dok Aston Kupang

Warga Kupang Abai Prokes, Kasus Covid-19 Melonjak

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 11:28 WIB
Sesuai pantauan di Pasar Tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten 1 Kupang, Sabtu (5/12), banyak pengunjung maupun penjual tidak mengenakan...
ANTARA/Aji Styawan

Klaster Pendidikan, 179 Siswa SMK di Semarang Positif Covid-19

👤Akhmad Safuan 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 10:47 WIB
"Semua siswa terpapar positif covid-19 tersebut berstatus orang tanpa gejala (OTG). Mereka baru diketahui positif covid-19 setelah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya