Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Wabup Samosir Pimpin Aksi Rehabilitasi Hutan di Lereng Pusuk Buhit

Januari Hutabarat
16/2/2026 18:40
Wabup Samosir Pimpin Aksi Rehabilitasi Hutan di Lereng Pusuk Buhit
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk (dua kiri) menanam bibit pohon di lahan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Senin (16/2).(MI/Januari Hutabarat )

WAKIL Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk memimpin penanaman 3.450 bibit pohon di lahan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Senin (16/2). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya konservasi kawasan tangkapan air Danau Toba.

Program penanaman tersebut merupakan kerja sama berbagai pihak, antara lain Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, DPD RI, PT Indonesia Asahan Aluminium melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, Perum Jasa Tirta, PPTSB, Pusat Studi Geopark Danau Toba, serta Pemerintah Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya, Ariston menegaskan kegiatan penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kawasan. “Dengan semangat gotong royong, saya yakin pohon yang ditanam hari ini akan tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia mengatakan kelestarian hutan berdampak pada kesejukan wilayah, keindahan lanskap, serta peningkatan daya tarik pariwisata. Menurutnya, sektor pariwisata yang berkembang dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan pembangunan wilayah.

Anggota Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu menyebut penanaman pohon sebagai bagian dari pemahaman ekoteologi yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral bersama. Ia juga mendorong program green village atau desa hijau menjadi agenda nasional. “Samosir ini surga dunia yang harus dijaga. Pariwisata berkelanjutan sudah cukup memberi manfaat tanpa harus bergantung pada sawit atau tambang,” katanya.

Ia turut mengajak generasi muda berperan dalam pelestarian lingkungan, termasuk membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa yang menekuni bidang geologi.

Sementara itu, Pastor Walden Sitanggang, Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan, mengatakan pohon tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga merupakan sumber kehidupan. "Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” tuturnya.

General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Azizul Kholis mengatakan kawasan Samosir merupakan salah satu wilayah pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba. Ia menyebut pengelolaan geopark dilakukan melalui perlindungan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya masyarakat.

Menurutnya, pengelola saat ini menjaga 16 geosite dan tengah mengusulkan geosite Bonan Dolok serta pengembangan geosite Onan Runggu untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba Wilmar Simanjorang menekankan pentingnya keberlanjutan program agar penanaman tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Kegiatan penanaman dilakukan dengan dukungan alat berat dari Pemerintah Kabupaten Samosir untuk rehabilitasi jalan dan lahan. (JH/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik