Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Para petani di Sumatra Utara kembali memanen puluhan ton bawang merah secara serentak, pada Minggu (30/8). Panen ini diharapkan semakin dapat memerkecil defisit ketersediaan komoditas tersebut di Sumut.
Panen dilakukan di Desa Liang Pematang, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deliserdang. Keterangan resmi Pemprov Sumut yang diterima Senin (31/8), menyebutkan panen ikut dihadiri Gubernur Edy Rahmayadi.
Edy berharap, panen sebanyak 40 ton dari lahan seluas 1,5 hektare di desa tersebut mampu membantu memenuhi kebutuhan bawang merah di provinsinya. "Kita akan terus mendorong agar Sumut mampu memenuhi kebutuhan sendiri bawang merahnya, bahkan mudah-mudahan bisa diekspor," kata Gubernur.
Pada awal Mei, Edy pun sudah mendatangi panen serentak 16 ton bawang merah di desa yang sama. Karena itu, besar harapannya para petani di STM Hulu dapat memenuhi ketersediaan bawang merah di Sumut yang saat ini masih defisit 50 persen.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut Dahler Lubis mengatakan, bawang merah dari STM Hulu memiliki kualitas yang baik, berukuran besar dan sudah bisa dikembangkan untuk menjadi bibit.
Dia yakin STM Hulu masih dapat meningkatkan hasil panennya karena ketinggian dan struktur tanah di daerah itu sangat cocok ditanami bawang.
Dengan teknik yang tepat, para petani akan mampu selalu menghasilkan bawang merah yang berkualitas. Banyak dari para petani komoditas lain di daerah itu juga sudah tertarik menanam bawang. Sehingga ke depan akan lebih banyak lagi jumlah petani di sana yang menanam bawang.
Sejauh ini sudah ada sekitar 50 petani yang membudidayakan bawang merah di STM Hulu dengan total luas lahan sampai dengan 60 hektare. Daerah penghasil bawang merah grade A ini juga sudah memiliki dua kelompok tani (poktan), yakni Poktam Arih Ersada dan Poktan Ponti 4. (OL-12)
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved