Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUT pagi belum sepenuhnya sirna saat deretan warga mulai sibuk di lahan pertanian Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung Kabupaten Bumbang Hasundutan-Sumatera Utara, Selasa (22/4). Namun hari itu terasa berbeda. Di antara para petani, tampak sosok Bupati Humbang Hasundutan, Oloan P. Nababan, menyingsingkan lengan bajunya, ikut mencangkul dan menanam bawang merah bersama Kelompok Tani Dosroha.
Tak sekadar simbolis, kehadiran sang bupati menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap para petani, yang disebutnya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.
"Bertani bukan pekerjaan kecil. Dari tangan-tangan para petani inilah kita berharap kemandirian pangan tumbuh. Komoditas seperti bawang merah memiliki potensi besar dan harus kita dukung bersama," ujar Bupati Oloan.
Ia menambahkan, pengembangan hortikultura tak cukup hanya mengandalkan semangat petani. Dibutuhkan dukungan penuh, mulai dari edukasi, pendampingan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai.
Kelompok Tani Dosroha menyambut kehadiran itu dengan antusias. Mereka menilai, kehadiran seorang kepala daerah bukan hanya memberi motivasi, tapi juga menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar berpihak pada nasib petani kecil.
Kepala Desa Parsingguran II, Sabar Banjarnahor, yang turut mendampingi kegiatan tersebut menilai momentum tersebut sebagai titik awal kebangkitan pertanian hortikultura di wilayahnya. Terlebih, secara geografis dan iklim, kawasan Pollung dinilai sangat cocok untuk budidaya bawang merah berkualitas tinggi.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Langkah sederhana itu menanam bersama bisa jadi terlihat kecil. Tapi di baliknya tertanam visi besar membangkitkan sektor pertanian desa, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga stabilitas pangan daerah. Pemerintah Kabupaten Humbahas berkomitmen terus mendorong diversifikasi pertanian yang berorientasi pada pasar dan kesejahteraan petani.
Sembari menanam, Bupati Oloan bersama petani berdoa bersama dengan harapan hasil panen nantinya dapat memuaskan dan membawa berkah. "Semoga tanah ini diberkati, dan hasilnya menjadi berkat bagi kita semua," ucapnya seraya menancapkan bibit bawang merah terakhir ke tanah lembab yang sejuk. (E-2)
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved