Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah tanaman tembakau di lahan Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rusak akibat serangan hama ulat yang terjadi pada musim tanam tahun ini.
Petani tembakau desa setempat Timan di Madiun, Senin (24/8), mengatakan serangan hama ulat tersebut membuat daun tembakau berlubang sehingga berpengaruh terhadap produktivitas dan hasil panen.
"Hama ulat tersebut menyerang tanaman tembakau usia tanam 20 hari. Selain berlubang, daun juga menjadi keriting sehingga tidak bisa dipanen maksimal," ujar Timan.
Menurut dia, dalam setengah hektare lahannya jika tumbuh subur, ia bisa memanen tembakau sekitar 6 kuintal atau sekitar Rp25 juta. Namun akibat serangan ulat, petani hanya bisa memanen kisaran 5-5,5 kuintal saja atau tinggal Rp20 jutaan.
Saat ini harga tembakau kering di wilayah Kabupaten Madiun mencapai kisaran Rp23.000-Rp25.000 per kilogram.
Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk membasmi hama ulat tersebut di antaranya dengan penyemprotan obat hama. Namun, hasilnya sia-sia.
Selain diserang hama ulat, tanaman tembakau di sentra wilayah Desa Ngale juga kesulitan mendapatkan pupuk ZA yang sangat dibutuhkan. Hal itu juga membuat tanaman tembakau tidak tumbuh maksimal.
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Madiun M Yasin menanggapi kesulitan petani tembakau mengatakan hama ulat dan kondisi daun yang mengering disebabkan karena cuaca beberapa hari terakhir yang tidak menentu.
"Kadang sangat panas, kemudian berawan membuat suhu di area tanaman tembakau lembab. Kondisi ini bisa disebut karena kemarau basah," kata M Yasin.
Pihaknya telah menurunkan sejumlah tim untuk mengecek kondisi tanaman para petani. Selain itu, dinas juga sedang menyiapkan bantuan pestisida bagi petani tembakau untuk membasmi hama ulat.
Sementara terkait sulitnya petani mendapatkan pupuk ZA, pihaknya membenarkan bahwa kali ini keberadaan pupuk tersebut mengalami keterlambatan.
Saat ini, lanjutnya, dinas terkait sedang dalam tahap melakukan koordinasi dan menginvetarisir permasalahan tersebut dengan pihak toko pupuk di desa sekitar. (OL-12)
Kemasan polos mempersulit pengawasan, mempermudah pemalsuan, dan membuat konsumen kesulitan membedakan produk asli dan ilegal.
Tekanan kebijakan yang terus menghantam Industri Hasil Tembakau (IHT) membuat banyak pihak mendesak pemerintah untuk segera menyusun peta jalan IHT nasional yang berkeadilan.
Anggoya Baleg DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti absennya komoditas tembakau dalam daftar sektor potensial untuk hilirisasi yang dipaparkan pemerintah.
Sejumlah tokoh masyarakat dan wakil rakyat menyoroti masuknya agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam regulasi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan
Industri tembakau dilemahkan oleh regulasi yang tumpang tindih dan konflik antar kebijakan, yang membuat petani semakin tertekan.
Mantan Direktur Penelitian, Kebijakan & Kerja Sama WHO, Tikki Pangestu, menilai adopsi strategi pengurangan risiko tembakau berjalan sangat lambat.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved