Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 497 warga korban banjir bandang pada enam kecamatan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mulai terserang penyakit pascabencana di lokasi pengungsian warga. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Luwu Utara, 497 orang yang kenderita penyakit pascabanjir tersebut, terdiri dari 155 orang terserang Infeksi Saluran Pernapasan (Ispa), 31 orang dengan gejala diare, 106 orang luka-luka, 152 orang terserang dermatitis, dan 54 orang terserang hipertensi.
Saat dimintai keterangannya terkait kondisi warganya, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan tim kesehatan sudah diturunkan untuk menangani warga yang sakit.
"Untuk penanganan warga yang sakit di tenda pengungsian telah diturunkan tim khusus untuk memberikan pengobatan sesuai gejala yang diderita," kata Indah, Rabu (22/7).
Pemkab Luwu Utara telah menyiapkan delapan posko, khusus untuk penanganan kesehatan, termasuk layanan keliling yang dibentuk pascabencana.
"Mereka sifatnya mobile. Ini memang kita gerakkan sebagai bentuk antisipasi, karena seminggu pasca bencana sudah ada korban dengan gejala ispa dan diare," lanjutnya.
Pemkab Luwu Utara dan instansi terkait telah mempersiapkan ketersediaan air dan sanitasi untuk para pengungsi. Selain penyakit pascabencan mulai menyerang, ada juga kelompok rentang yang jumlahnya mencapai 5.552 orang, yang kondisinya harus dijaga. Mereka adalah ibu hamil sebanyak 300 orang, bayi 441 orang, balita 2.206 orang, dan lansia 2.605 orang.
baca juga: Mensos Serahkan Rp1,97 M untuk Korban Banjir Masamba
Berdasarkan data terakhir BPBD Luwu Utara, banjir bandang yang terjadi pada 13 Juli 2020 malam itu, mengakibatkan korban meninggal dunia 38 orang, sembilan orang dinyatakan hilang. Pencarian korban hilang masih dilanjutkan hingga hari ini, Rabu (22/7). Lalu 106 orang menjalani perawatan dan 3.627 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.483 jiwa berada di tenda pengungsian. (OL-3)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
SORAK-SORAI dan tari Paddupa menyambut mereka di perbatasan kota. Belasan kilometer, guru dan siswa berbaris, mengenakan pakaian batik PGRI.
DUA guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rasnal dan Abdul Muis, secara resmi aktif kembali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menggunakan hak prerogatifnya untuk memulihkan nama baik dan hak kepegawaian dua guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib guru daerah.
DUA guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, merasa lega dan terharu setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto
Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terjadi. Ribuan hektare area perkebunan di daerah tersebut terancam mengalami gagal panen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved