Minggu 19 Juli 2020, 18:55 WIB

Kasus DBD di Tasikmalaya Capai 900 Kasus

Adi Kristiadi | Nusantara
Kasus DBD di Tasikmalaya Capai 900 Kasus

ANTARA/WAHYU PUTRO A
Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Cipedak, Jakarta, Kamis (9/7).

 

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami peningkatan. Tercatat, awal Januari hingga Juli terdapat 906 kasus, di antaranya 17 orang meninggal dunia. Kasus terjadi di 10 Kecamatan yang tersebar di 69 Kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan puluhan orang masih dalam perawatan secara intensif di setiap beberapa rumah sakit swasta dan pemerintah daerah akibat DBD.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Minta Kaji Ulang Denda tidak Pakai Masker

"Kasus DBD terus menunjukan kenaikan yang cukup signifikan dan semua harus waspada di musim pergantian musim, karena ada siklus lima tahunan tapi puncaknya juga bisa terjadi pada bulan Oktober nanti. Para pasien yang telah terkonfirmasi positif DBD tersebut mengalami gejala demam tinggi, menggigil, mual, muntah, saki kepala, kehilangan selera makan, bintik merah dan sakit tenggorokan serta sejumlah gejala lainnya," kata Uus kepada Media Indonesia pada Minggu (19/7).

Uus mengatakan, kasus DBD bisa dicegahnya melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pemberantasan juga harus dilakukan secara mandiri dengan cara menguras, menutup, dan mengubur (3M), tempat yang berpotensi bisa menjadi sarang nyamuk. Menghadapo DBD, yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah tetap mengutamakan kebersihkan lingkungan.

"Jadi masyarakat tidak bisa mengandalkan pengasapan (fogging) dalam pencegahan DBD karena hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik atau sarang nyamuk tidak hilang dengan dilakukannya fogging tapi, untuk sekarang warga harus melakukannya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan baik agar jentik nyamuk tidak tumbuh menjadi dewasa," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kecamatan yang paling terdampak DBD adalah Kawalu dengan jumlah 166 kasus dan enam kasus kematian, Indihiang tercatat 54 kasus dengan satu kasus kematian, Bungursari 89 kasus dua kematian, Cihideung 95 kasus satu kematian, Mangkubumi 131 kasus, Tawang 79 kasus satu kematian, Purbaratu 45 kasus dua kematian, Cipedes 85 kasus empat kematian, Cibeureum 73 kasus dan Tamansari 97 kasus. (H-3)

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

Emak-Emak Kuningan Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

👤Widhoroso 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:35 WIB
DUKUNGAN terhadap Ganjar Pranowo untuk maju dalam pilpres 2024 terus mengalir. Kali ini, dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah itu datang...
Antara

Peternak Apresiasi Langkah Pemerintah Ganti Ternak yang terkena PMK

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 20:38 WIB
"Saya menyambut baik jika ada program pemerintah mengganti hewan ternak milik petani yang mati karena...
Antara

Pemkab Garut Siapkan Kompensasi Peternak yang Terdampak PMK

👤Kristiadi 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 19:59 WIB
Hingga saat ini, terdapat 3.425 ekor ternak bergejala PMK, yang tersebar di 21 kecamatan wilayah Garut. Pemkab terus melakukan pendataan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya