Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 di Sumatra Utara (Sumut) kembali memakan korban jiwa dari kalangan medis. Dokter Aldreyn yang bertugas sebagai spesialis anastesi di sejumlah rumah sakit di Kota Medan meninggal dunia pada Jumat (17/7) dinihari setelah sebelumnya dirawat sebagai pasien positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan membenarkan kematian dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAn, KIC
"Kabar kematian dokter Alderyn beredar di whatsapp kalangan dokter tadi pagi. Dan setelah kami cek, beliau memang meninggal dunia," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/7) sore.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Whiko Irwan juga membenarkan kematian dokter Alderyn. Namun ia mengaku pihaknya belum menerima laporan apakah kematian dokter tersebut terkait dengan Covid atau tidak.
"Mungkin bisa bertanya ke IDI (Ikatan Dokter Indonesia) atau dinkes provinsi," katanya dalam pesan singkatnya.
Alwi Mujahit menjelaskan, pada tanggal 3 Juli lalu dokter Alderyn mulai menjalani perawatan di rumah sakit sebagai pasien berstatus positif Covid-19. Sudah diupayakan kepadanya penanganan dengan terapi plasma darah atau plasma complesen.
Yakni pemberian plasma darah dari pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 agar dokter Alderyn memiliki antibody terhadap virus tersebut. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, nyawa dokter Alderyn tidak dapat diselamatkan.
Delyuzar Harris, Pengamat Kesehatan Sumut mengungkapkan, dirinya mendapat kabar dokter Alderyn md meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang ICU rumah sakit Bunda Thamrin, Medan, pada Jumat (17/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, meski ikut berduka, para rekan sejawat dokter Alderyn tidak dapat leluasa datang ke rumah duka karena pembatasan yang diatur protokol kesehatan.
Delyuzar mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda, sehari-sehari dokter Alderyn menangani kasus-kasus pasien terjangkit korona yang sudah tergolong berat. Dokter Alderyn lebih banyak menghabiskan waktunya bertugas sebagai dokter spesialis anastesi di RSUP H Adam Malik dan RS Haji, di Medan.
Meninggalnya dokter Alderyn menambah panjang daftar tenaga medis yang meninggal dunia karena bertugas di garis depan penanganan Covid-19 di Sumatra Utara. Bahkan tercatat pasien positif Covid-19 pertama yang meninggal dunia di Sumut juga berasal dari kalangan dokter. (OL-13)
Baca Juga: 13 Dokter dan Ketua DPRD Maluku Utara Positif Covid-19
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved