Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA hari keempat pascabanjir bandang yang berdampak pada enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pencarian korban hilang masih terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari, sejak 14 Juli hingga 12 Agustus 2020.
"Kami mengoptimalkan penanganan darurat pascabencana, pemerintah daerah setempat mengaktifkan pos komando yang berada di Kantor BPBD Kabupaten Luwu Utara. Salah satu operasi darurat yang menjadi prioritas adalah pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang," ungkap Kepala BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar, Jumat (17/7).
Hingaa saat ini, tim SAR gabungan menyebutkan, sebanyak 30 orang meninggal dalam bencana tersebut, dan 15 orang lainnya masih dalam pencarian dan lebih dari 3.500 keluarga mengungsi di posko pengungsian disediakan di tiga lokasi, Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Massamba.
Selain itu, jembatan antar desa terputus dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur antara 1-4 meter. Beberapa akses jalan putus karena terendam lumpur tebal, sedangkan lahan pertanian yang rusak masih dalam proses pendataan.
Terpisah, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XIII Makassar, Insal U Maha mengatakan mulai hari ini hingga tiga hari ke depan ditargetkan jalan trans Sulawesi sudah bisa dilalui kendaraan.
"Ada jalan trans Sulawesi sepanjang 500 meter itu tertimbun lumpur tinggi. Termasuk jembatan untuk tembus ke Masamba, itu jembatannya sudah bersih dari lumpur tapi ada genangan. Sehingga airnyan harus dipompa. Ini kita sudah koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai," ungkap Insal.
Ia menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih terus melihat perkembangan yang ada, untuk keperluan akses jalan, apakah butuh jembatan baru, jalan baru.
"Ini semua tergantung cuaca, karena kita harus melihat kontruksifikasi di hulu seperti apa," tukas Insal.
Sementara itu, hasil analisis sementara Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat dua faktor penyebab banjir bandang Luwu Utara, yakni alam dan manusia.
Curah hujan dengan intensitas tinggi di daerah aliran sungai (DAS) Balease menjadi salah satu pemicu banjir bandang tersebut. Termonitor curah hujan lebih dari 100 mm per hari. Serta kemiringan lereng di bagian hulu DAS Balease sangat curam. Desa Balebo yang dilewati DAS ini berada pada kemiringan lebih dari 45 persen.
Selain faktor cuaca, kondisi tanah berkontribusi terhadap terjadinya luncuran material air dan lumpur. Jenis tanah distropepts atau inceptisols memiliki karakteristik tanah dan batuan di lereng yang curam mudah longsor, yang selanjutnya membentuk bending alami atau tidak stabil. Kondisi ini mudah jebol apabila ada akumulasi debit air tinggi.
baca juga: Luwu Utara Tanggap Darurat 30 Hari
Faktor alam yang terakhir bahwa DTA banjir di Desa Balebo, Kecamatan Masamba berada pada kategori banjir limpasan tinggi sampai ekstrem, sedangkan DTA banjir di Desa Radda Kecamatan Baebunta dan Desa Malangke Kecamatan Malangke sebagian besar berada pada kategori banjir genangan tinggi. Sedangkan faktor manusia, terpantau di lokasi adanya pembukaan lahan di daerah hulu DAS Balease dan penggunaan lahan massif perkebunan kelapa sawit. Terkait dengan pembukaan lahan ini, salah satu rekomendasi dari KLHK, yaitu pemulihan lahan terbuka di daerah hulu. (OL-3)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
SORAK-SORAI dan tari Paddupa menyambut mereka di perbatasan kota. Belasan kilometer, guru dan siswa berbaris, mengenakan pakaian batik PGRI.
DUA guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rasnal dan Abdul Muis, secara resmi aktif kembali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menggunakan hak prerogatifnya untuk memulihkan nama baik dan hak kepegawaian dua guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib guru daerah.
DUA guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, merasa lega dan terharu setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto
Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terjadi. Ribuan hektare area perkebunan di daerah tersebut terancam mengalami gagal panen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved