Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda dua kecamatan dan empat kelurahan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/7) malam pukul 20.15 Wita. Banjir bandang tersebut diakibatkan meluapnya Sungai Masamba dan Meli/Radda.
Dua Kecamatan itu adalah Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba. Untuk kelurahannya adalah Radda, Bone Baloli, juga Sampodo. Wilayah terparah di Kelurahan Radda, terdapat dua dusun porak poranda dan ratusan rumah rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara Muslim Muchtar menjelaskan 10 jenazah itu masih berada di Rumah Sakit, tujuh orang di RS Hikmah dan tiga lainnya di RS Andi Djemma.
"Untuk puluhan warga lain yang hilang, masih dalam pencarian," kata Muslim Muchtar.
Baca juga: Lima Kecamatan di Gorontalo Diterjang Banjir Bandang
Muslim menambahkan, sejak air surut, pihak Pemerintah Kabupaten Luwu Utara fokus membersihkan jalan poros yang tertutup material lumpur bercampur pasir. Hal itu guna bisa membuka akses jalan sehingga bisa dilintasi, karena itu merupakan jalan trans Sulawesi.
"Bayangkan ada rumah yang kelihatan cuma atapnya, di dalamnya penuh material lumpur. Akibatnya, kerugiannya diperkirakan mencapai triliunan rupiah, lantaran sebagian besar rumah permanen yang rusak, termasuk kendaraan roda dua, roda empat sekitar 2.000-an yang berada di Radda," ungkap Muslim.
Ia pun mengaku warga yang terdampak membutuhkan makanan siap saji, air bersih, air mineral dan obat-obatan.
Kepala Bidang Kedaduratan BPDB Sulsel Ishak memastikan tim BPBD Sulsel sudah bergerak sejak semalam, membawa bantuan bahan pokok dan perlengkapan seperti shelter dan alat kebersihan.
Selain itu, ada bantuan sembako 150 paket, makanan siap saji 120 paket, shelter kit 20 paket, hygiene kit 20 paket, ember 100 pieces dan mobil tangki.(OL-5)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Normalisasi Sungai Cisunggalah jadi solusi utama sebagai langkah penanganan pasca banjir bandang
PASCAbanjir bandang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ruas jalan penghubung Sokasar-Bojong di Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, putus total.
Mobil penjernih air difungsikan mengolah air kotor menjadi air bersih layak konsumsi bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan akses jalan dan jembatan terdampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga.
Intensitas hujan yang tinggi dan rusaknya hutan di kaki Gunung Slamet mengakibatkan tiga jembatan hanyut, lima objek wisata dan sungai rusak akibat diterjang banjir bandang
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved