Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEEKOR harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina ditemukan dalam kondisi mati di kawasan hutan, Desa Kapai Sesak, Kecamatan Trumon
Timur, Aceh Selatan, Aceh. Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan tim BKSDA telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk dilakukan pengamanan terhadap bangkai harimau yang ditemukan tersebut.
"Untuk mengetahui penyebab kematiannya, saat ini tim dokter hewan yang terdiri dari BKSDA Aceh, FKL, dan PKSL Unsyiah sedang menuju ke lokasi untuk melakukan nekropsi," kata Agus Arianto, Senin (29/6).
Menurut Agus, sebelumnya petugas seksi konservasi wilayah 2 dan resor konservasi wilayah 16 Trumon mendapatkan laporan adanya hewan ternak milik masyarakat yang dimangsa harimau. Balai KSDA Aceh didukung dengan WCS-IP, FKL, dan Kepolisian Resor Aceh Selatan kemudian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian yang berada di lahan perkebunan milik masyarakat.
"Di sana ditemukan adanya tapak kaki harimau dan enam bangkai kambing dengan kondisi fisik tidak utuh," kata Agus.
Sebagai tindak lanjut penanganannya, tim seksi konservasi wilayah 2 bersama mitra melakukan pemasangan camera trap di beberapa titik di lokasi konflik untuk memonitoring pergerakan harimau tersebut serta melakukan patroli bersama dengan pihak kepolisian guna memberikan ketenangan kepada masyarakat di sekitar.
Agus menambahkan, keberadaan harimau yang masuk ke lokasi perkebunan lantaran adanya perubahan kawasan hutan menjadi area hutan produksi atau Area Penggunaan Lain (APL). Karena itu, harimau kehilangan habitatnya dan daerah pelintasan.
"Kami mengimbau semua lapisan masyarakat untuk tidak melakukan penanganan konflik satwa liar dan manusia dengan cara-cara yang bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku," jelasnya.
Baru-baru ini Kepolisian Daerah Aceh menangkap empat pelaku perdangangan kulit harimau sumatera di Kabupaten Aceh Timur. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti kulit harimau, tulang dan taring beruang madu.
Direktur Kriminal Khusus Polda Aceh, Kombes Margiyanta mengatakan dalam aksinya para tersangka menjerat harimau dan memperdagangkannya
dalam keadaan mati. Mereka membandrol kulit harimau senilai Rp100 juta. (R-1)
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir.
Sebelum kejadian, harimau tersebut sudah memberikan tanda suara, namun karena dianggap sudah biasa sehingga tanda diabaikan oleh korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved