Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Harimau Sumatra Berkeliaran di Kebun Sawit di Siak, Warga Diminta Waspada

Rudi Kurniawansyah
11/1/2026 15:45
Harimau Sumatra Berkeliaran di Kebun Sawit di Siak, Warga Diminta Waspada
Jejak kaki harimau sumatra di Siak, Riau.(Dok. BBKSDA Riau)

SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Saksi menyebutkan perjumpaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (8/1) malam.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan tim telah dikirim ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan kondisi di lapangan dan meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

“Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat (9/1) menemukan jejak harimau Sumatra berukuran sekitar 12 centimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya, tepatnya di koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur,” kata Ujang, Minggu (11/1).

Ujang menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi, diketahui saksi bernama Zulfikar saat itu dalam perjalanan menyusul dua temannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.

Namun, dalam perjalanan tersebut, Zulfikar tiba-tiba merasa seperti diawasi sorot mata dari kejauhan.

“Saksi awalnya menduga sorot mata itu milik sapi,” jelas Ujang.

Setelah mengarahkan lampu senter ke arah sorot mata tersebut, Zulfikar melihat seekor Harimau Sumatra berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan kebun.

Dalam kondisi ketakutan, Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan hingga mendapati sebuah pondok pekerja koperasi. Di lokasi tersebut, ia juga memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan tidak melanjutkan aktivitas.

Artinya, jelas Ujang, tidak benar adanya informasi yang menyebut warga diterkam harimau sumatra. Pihaknya telah mengonfirmasi sejumlah kabar yang sempat keliru beredar di masyarakat.

“Tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatra. Selain itu, sapi yang dilepas juga tidak berada di area perjumpaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang menjelaskan, dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan jejak Harimau Sumatra yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan.

“Berdasarkan temuan tersebut, tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di lokasi itu,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, tim BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa agar meningkatkan kewaspadaan.

“Tim meminta warga untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatra,” ungkapnya.

Selain itu, BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas pihak untuk mengantisipasi potensi konflik satwa liar dengan manusia di wilayah tersebut.

“Jika masyarakat mendapatkan informasi terbaru terkait keberadaan satwa, segera laporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya