Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DITRESKOBA Polda Sulteng, menangkap delapan orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Satu di antaranya terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, tujuh tersangka ditangkap di BTN Banua Nagaya, Palu dengan inisial IR, HS, CW, R, MF, TH, dan S.
Dalam penggrebekan itu, ikut diamankan empat paket sabu, satu paket sedang sabu, dan satu unit sepeda motor matic.
"Kasus ini terungkap dari laporan masyarakat yang masuk sejak dua pekan terakhir. Dari laporan itu dikembangkan sehingga berhasil menangkap delapan pelaku," terangnya kepada mediaindonesia.com, di Palu, Kamis (25/6).
Menurut Didik, dari hasil penangkapan awal tujuh pelaku kemudian dikembangkan dan satu pelaku lain ditangkap di BTN Taman Ria Estate, Palu dengan inisial AT. Palaku AT, terpaksa ditembak karena saat ditangkap berusaha kabur.
"Pelaku dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki. Dan dari pelaku disita satu bungkus besar sabu, dua buah pembungkus teh china, satu buah alat hisap bong, dan satu unit sepeda motor," imbuh Didik.
Subdit III Ditreskoba AKBP P Sembiring menambahkan, bahwa delapan pelaku masih menjalani pemeriksaan demi mengetahui peran dari masing-masing pelaku.
"Untuk jarigen dan dari mana asal sabu-sabu itu masih dikembangkan karena tujuh orang ini untuk sementara diketahui sebagai pemakai dan satu pelaku lainnya adalah penjual sedangkan bandar besarnya masih kami selidiki," tegasnya dikonfirmasi terpisah.
Sembiring menyebutkan, dari pengungkapan kasus ini pihaknya telah menyita sabu dengan berat 908,04 gram atau hampir mencapai satu kilogram. "Sabu sebanyak itu hanya ingin dipasarkan di Palu. Makanya kami akan terus kembangkan hingga bisa mengetahui jaringanya," tandas Sembiring. (OL-13)
Baca Juga: Bocah Kelas 5 SD Jadi Pemakai dan Pengedar Narkoba
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Anggota parlemen AS menekan pemerintahan Trump agar merilis video serangan “double-tap” 2 September dengan membatasi anggaran perjalanan Menhan Pete Hegseth.
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika di Pasifik Timur, menewaskan empat orang.
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
BNN RI membongkar rumah produksi sabu di Cisauk, Tangerang. Pelaku IM dan DF meraup keuntungan Rp1 miliar dengan modus mengekstrak obat asma menjadi bahan narkoba sabu
Kedua pelaku mengaku telah memperoleh keuntungan sekitar Rp1 miliar selama sekitar enam bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved