Sabtu 13 Juni 2020, 17:28 WIB

Tempat Ibadah di Surabaya Kembali Dibuka, 50% Kapasitas

Antara | Nusantara
Tempat Ibadah di Surabaya Kembali Dibuka, 50% Kapasitas

ANTARA FOTO/Moch Asim
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

 

TEMPAT-tempat ibadah di Kota Surabaya, Jawa Timur, dibolehkan beraktivitas kembali melaksanakan kegiatan keagamaan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah kota setempat.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto, di Surabaya, Sabtu, mengatakan kegiatan keagamaan di tempat ibadah sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19.

"Berdasarkan Perwali itu, beberapa rumah ibadah di Surabaya sudah dibolehkan menggelar ibadah secara berjamaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Menurut dia, salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan adalah penanggung jawab rumah ibadah itu harus membatasi jamaah 50 persen dari kapasitas semula serta mewajibkan setiap jamaah menggunakan masker.

Selain itu, lanjut dia, penanggung jawab rumah ibadah juga harus menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan tersebut.

Protokol kesehatan tersebut sudah dicontohkan di Masjid Al Muhajirin yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Shaf di Masjid Al Muhajirin juga diatur jarak antarjamaah agar tetap menerapkan physical
distancing atau jaga jarak fisik.

"Jaraknya sudah kita atur, kita berikan tanda, mana yang kita silang agar tidak di tempati. Syukur Alhamdulillah sudah tertib, dan mungkin perlu kita evaluasi lebih lanjut karena memang kita harus biasakan yang tidak biasa," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya ini juga menjelaskan beberapa protokol lain yang telah diterapkan di Masjid Al Muhajirin, seperti pengaturan akses keluar masuk jamaah menjadi dua.

Meski demikian, lanjut dia, ada beberapa tempat ibadah, baik masjid maupun gereja yang belum diperbolehkan menggelar ibadah karena di sekitar lingkungan tempat ibadah itu ada yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Mahsun Jayadi sebelumnya mengatakan ada 42 dari 90 masjid dan mushalla yang dikelola Muhamadiyah di Surabaya dinyatakan memenuhi protokol kesehatan guna menuju tatanan kehidupan normal baru.

"Seiring dengan penerapan protokol kesehatan ketat, maka kami telah mengadakan visitasi (peninjauan) ke masjid dan mushalla yang dikelola Muhammadiyah se-Surabaya," ujarnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Adiwinata Solihin

Lapas Kendari Berdayakan Narapidana untuk Kembangkan Pertanian Hidroponik

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:26 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari, Sulawesi Tenggara, memberdayakan narapidana dalam pengembangan pertanian tanaman...
MI/Dwi Apriani

Panglima TNI Tinjau Pelaksanaan Latihan Puncak Super Garuda Shield

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:23 WIB
PANGLIMA TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Panglima Komando Indo Pasifik Admiral John C Aquilino meninjau pelaksanaan latihan puncak...
dok.ist

Ganjar Didoakan Ribuan Santri di Pemekasan untuk Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 11:20 WIB
TAK kurang dari 2.000 santri yang tergabung dalam Santri Dukung Ganjar Jawa Timur ikut serta dalam gebyar salawat dan doa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya