Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin kencang yang terjadi di Nagekeo, Provinsi NTT, sejak 21 Mei hingga kemarin (26/5) mengakibatkan banjir, pohon tumbang dan tanaman padi hampir panen ikut roboh dan kemungkinan akan gagal panen. Seperti di Desa Aeramo, Desa Olaia, Kelurahan Mbay I, Kelurahan Mbay II, Desa Tonggurambang, Desa Marapokot dan Desa Nangadhero, banyak tanaman padi hampir panen rusak diterpa angin kencang.
"Sejak hujan pertama waktu itu, dengan angin kencang padi kami langsung rata seperti lapangan bola, Mau bagaimana lagi, ujar Agata, istri dari Kornelis Gore, Selasa (26/5).
Dia mengungkapkan, tanaman padi miliknya yang roboh akibat diterjang angin kencang disertai angin kencang seluas satu hektare.
"Harapan saya tidak rusak dan tetap bisa dipanen," tambahnya.
Agata mengungkapkan suaminya telah keluar modal sekitar Rp6 juta untuk mengelola tanaman padi, kini harus menghadapi gagal panen. Karena tanaman padi seminggu lagi bisa dipanen rusak diterjang angin kencang disertai hujan.Uang yang digunakan dari hasil meminjam. Agata menambahkan sejak kejadian itu, suaminya sering meninggalkan rumah karena stres akibat gagal panen.
"Kaka Nong tidak tau kemana, dia mungkin stres lihat ini padi. Kalau ada alat panen saya suruh dia panen saja, kalau memang tidak bisa untuk makan, kita giling dedaknya untuk babi. Di sini juga alat panen setengah mati, kami tunggu dari 3 hari yang lalu, apa lagi dengan hujan-hujan begini," ujarnya.
baca juga: BMKG Yogya Kembali Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Terpisah Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa Marapokot, sekaligus Sekretaris P3A KM II 4 Kanan Desa Marapokot, Naris Mosa menyampaikan hal senada. Faktor cuaca dan kekurangan Alsinta berupa mesin ketam padi modern akan berdampak pada gagal panen yang akan dialami 10 lebih Ha sawah para petani yang siap dipanen. Naris berharap agar Pemkab Nagekeo, bisa merespons kondisi para petani dan bisa memberikan bantuan berupa mesin ketam padi di setiap daerah irigasi terdampak. (OL-3)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved