Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Salah seorang tukang becak, Asep Sahmudin, 54, warga Citapen, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (8/5) tewas, saat mangkal bersama temannya menunggu penumpang yang berada di Jalan Cimulu-Stasion.
Kejadian itu terjadi pada pukul 11.00 WIB siang, membuat heboh warga setempat dan pengguna jalan yang melintas karena sempat dikira korban meninggal akibat virus korona.
"Saya pikir tadi korban korona, soalnya banyak petugas dari TNI, Polri dan ambulans dengan petugas memakai APD lengkap, tapi ternyata meninggal akibat riwayat penyakit asma yang dideritanya," kata, Usep, 45, salah seorang pengendara motor yang menyaksikan kejadian tersebut, Jumat (8/5/202) siang.
Salah seorang saksi mata, Ade Saripudin, 61, mengatakan, dirinya kaget karena sebelum meninggal sempat lama mengobrol dengan korban namun korban pun hendak menarik penumpang ke arah Simpang Lima, tiba-tiba meminta untuk diganti karena badan merasa lemas dan sempat meminta air mineral untuk membatalkan puasanya.
Baca Juga: Kota Tasikmalaya Susun Aturan Terkait Penerapan PSBB
"Korban katanya mengaku sedang puasa, tapi tiba-tiba saat menarik penumpang badannya lemas dan haus sampai akhirnya ambruk di depan becaknya sendiri. Saya kaget, karena tidak ada siapa-siapa di lokasi hingga saja lari ke arah Cimulu meminta pertolongan petugas tapi setelah kembali sudah dikerumuni warga dan sempat menjadi tontonan," ujarnya.
Ade mengatakan, berselang beberapa lama, datang ambulans 119 milik Kota Tasikmalaya dan petugas memakai pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap sedang mengevakuasinya. Sedangkan, para petugas Kepolisian dan Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota sempat mendatanginya sampai akhirnya jenazah pun dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.
"Saya kenal baik dengan korban dan selama ini dan setiap hari selalu menjalankan puasa di bulan ramadan dan selama ini tidak pernah ketinggalan untuk melaksanakan ibadah solat. Mudah-mudahan, almarhum ini diterima disisi allah SWT dan saya juga tidak bisa berbuat banyak setelah dia mengeluhkan sakit pada dadanya," paparnya. (Kristiadi/AD)
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Kenaikan tersebut terjadi pada, cabai merah, bawang merah, daging ayam, telur, daging sapi, beras, minyak goreng, bawang putih dan sayuran.
Gempa bumi M 4,8 mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (18/2) dini hari. BMKG sebut gempa dangkal 10 km ini tak berpotensi tsunami. Simak kondisi terkininya.
Jelang Ramadan 1447 H, TPU Cieunteung di Tasikmalaya dipadati peziarah dari berbagai kota. Simak tradisi nyekar dan munggahan warga di sini.
JELANG Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya merangkak naik.
Petugas gabungan jugaharus selalu mewaspadai banjir luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang di Sukaresik
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved