Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski tengah dalam suasana pandemi covid-19, menghadapi Ramadan dan Idul Fitri ini PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV tetap mengaktifkan Satgas Ramadan Idul Fitri 1441 H.
Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah menjelaskan Satgas Pertamina Rafico (Ramadan-Idul Fitri-Covid) kali ini sedikit berbeda karena situasi pandemi covid-19 memengaruhi penyaluran BBM dan LPG Pertamina khususnya di wilayah DI Yogyakarta.
"Dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM dan LPG Pertamina di wilayah DI Yogyakarta tahun 2020 jauh menurun. Pada tahun 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax Series) saat Ramadan dan Idul Fitri meningkat 10% dari rataan harian. Saat normal 1.800 Kiloliter (kl), naik menjadi 2.000 kl," katanya.
Namun, lanjut Johan, tahun 2020 ini perkiraan rataan harian saat Ramadan dan Idul Fitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 1.200 kl. "Turun hampir 40% jika dibandingkan tahun 2019," jelasnya.
Ia menambahkan untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu, yaitu pada tahun 2019 rata-rata di bulan Ramadhan konsumsi berkisar di angka 360 KL per hari. "Namun, tahun ini berkisar di angka 220 KL atau turun 39%," lanjutnya.
Baca juga: Sekda Jatim Sebut tidak Ada Penarikan Produk Sampoerna
Ditambah lagi adanya larangan mudik karena situasi pandemi covid-19 dan peralihan penerbangan, penyaluran bahan bakar pesawat Pertamina, yaitu avtur di bandara Adisutjipto juga menurun.
"Peralihan penerbangan dari bandara Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport (YIA) membuat konsumsi avtur di bandara tersebut menurun 90% dari 200 kl per hari menjadi 20 kl per hari. Sedangkan di bandara YIA, naik dari 50 kl menjadi 70 kl per hari," kata Johan.
Namun, secara total keseluruhan penyaluran avtur di kedua bandara tersebut saat Ramadan Idul Fitri diperkirakan menurun sekitar 60% dari bulan-bulan sebelumnya. "Dari rata-rata harian 250 kl di bulan Januari 2020 menjadi 100 kl di bulan Mei ini," paparnya.
Sementara untuk LPG untuk wilayah Daerah Itimewa Yogyakarta, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 4% selama Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri nanti.
"Rata-rata harian normal penyaluran LPG saat ini di angka 420 MT (metric ton) dan akan naik menjadi 437 mt. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019 yang berkisar di angka 440 mt per hari," tambah Johan.
Untuk wilayah DI Yogyakarta, Pertamina memiliki lebih dari 6.000 ribu pangkalan LPG PSO dan outlet Non PSO. Sebagai upaya antisipasi lonjakan, Pertamina telah menyiagakan pangkalan PSO dan outlet non PSO tersebut untuk melayani kebutuhan LPG masyarakat. (OL-14)
Cek daftar harga BBM terbaru per 2 April 2026 di seluruh SPBU Indonesia. Simak rincian harga Pertamax, Shell Super, hingga BP Ultimate di sini
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
Yoki menjelaskan, salah satu dampak nyata dari penanganan perkara tersebut adalah PT PIS harus melepas kapal JMN.
SEJUMLAH stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang mulai dipadati warga. Kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan sesuai arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik non-subsidi maupun bbm bersubsidi.
Baron menyampaikan prioritas utama Pertamina saat ini adalah menyediakan energi dan mengoptimalkan rantai pasok untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri.
Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, menekankan pentingnya konsumsi BBM secara bijak demi menekan emisi gas rumah kaca.
Keputusan Presiden Prabowo menahan harga BBM adalah bukti nyata keberpihakan kepada rakyat.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang menyebut potensi penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi dapat meningkatkan angka inflasi secara keseluruhan.
IESR: Jaminan Pemerintah Soal Ketersediaan BBM Perlu Dibarengi Keterbukaan Data
Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi pelebaran defisit APBN.
Namun, dirinya menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved