Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Fita Wirastuti mengingatkan, vaksinasi dan imunisasi harus tetap berjalan walaupun berada di tengah pandemik covid-19.
"Imunisasi dasar wajib tetap dikerjakan. Misal, kondisinya memang tidak memungkinkan boleh ditunda maksimal 1 bulan,tapi sekali lagi sebisa mungkin dilakukan sesuai jadwal," kata Fita dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4).
Vaksinasi dan imunisasi sangat penting karena merupakan salah satu upaya untuk melindungi diri dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Prinsip kerja vaksin adalah memicu pertahanan tubuh dengan cara memaparkan bakteri atau virus yang sudah dilemahkan, agar sistem pertahanan tubuh membentuk proteksi atau antibodi.
Fita menjelaskan, pemberian vaksin dilakukan secara spesifik untuk mengatasi penyakit tertentu. Melalui vaksin, risiko infeksi berbagai penyakit berbahaya dan mematikan diharapkan bisa ditekan. Beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan vaksin, antara lain TBC, difteri pertusis, polio, campak, rubela, cacar air, pnumonia oleh HIB dan pneumokokus, hepatitis A, hepatitis B, tifoid, serta meningitis.
"Vaksinasi ini wajib diberikan untuk melindungi diri dan orang lain," lanjut dia.
Cakupan imunisasi yang tinggi, lebih dari 90%, dapat membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Namun, apabila cakupan imunisasi rendah atau di bawah 90%, kekebalan kelompok yang bisa memberikan perlindungan bagi banyak orang akan sulit terbentuk.Kendati vaksin wajib diberikan bagi setiap orang, ada beberapa kelompok orang yang memang tidak bisa divaksinasi. Salah satunya adalah mereka yang mengalami alergi saat divaksinasi.
Di tengah pandemik covid,-19, masyarakat pun tidak perlu khawatir pergi ke rumah sakit untuk imunisasi ataupun vaksin. Ada cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penularan virus korona. Misalnya, para orang tua dapat terlebih dahulu membuat perjanjian dengan rumah sakit agar bisa memotong waktu tunggu saat di rumah sakit.
baca juga: Selundupkan Narkoba, Pegawai Lapas Perempuan Kerobokan Ditangkap
Fita menambahkan pihak rumah sakit telah membuat alur yang aman bagi masyarakat yang hendak imunisasi, berobat, ataupun yang mengantar pasien. Pihak rumah sakit telah melakukan pemisahan ruangan bagi para pengunjung dengan pasien, termasuk yang akan menggunakan layanan imunisasi. (OL-3)
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved