Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAS tanam dan produksi bawang merah di Kabupaten Agam, Sumatra Barat terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Luas tanam 2017 sekitar 428 hektare menghasilkan 3.061 ton meningkat ke 3.369 ton dari 505 hektare pada tahun 2018. Lalu, pada 2019 mencapai 5.168 ton dari luas tanam 616 hektare, dengan produktivitas bervariasi sekitar delapan hingga 12 ton per hektar.
"Dalam tiga tahun terakhir, produksi bawang merah naik 53,39 persen, hal itu menunjukkan petani bawang merah mulai melirik bawang merah sebagai komoditas primadona baru. Semua itu berkat keseriusan petani dan pendampingan penyuluh pertanian sehingga bawang merah menjadi komoditas unggulan Agam," kata Sekretaris Dinas Pertanian Pemkab Agam, Emrizal, tempo hari.
Menurutnya, peningkatan tersebut berkat dukungan Bupati Agam, Indra Catri yang menyalurkan bantuan sarana produksi berupa benih, mulsa, pupuk untuk pengembangan pertanaman bawang merah seluas 147 hektar sejak 2016 hingga 2019.
"Termasuk pengadaan alat mesin pertanian atau Alsintan seperti cultivator, sementara pada 2020, Bupati Agam menargetkan kembali pengembangan lahan baru untuk bawang merah seluas 35 hektar," ujar Emrizal.
Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), agar pemerintah daerah mendukung penuh kinerja petani dan penyuluh mengembangkan komoditas pertanian spesifik lokasi tanpa mengabaikan kepentingan petani untuk mendapat laba dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Wira Nofalia, penyuluh pertanian Agam di Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek tetap ke lapangan mendampingi petani sekaligus mengingatkan tentang Protokol Kesehatan seperti diinstruksikan Mentan.
"Jaga jarak. Jangan berkerumun. Kenakan masker. Rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir," katanya mengutip instruksi Mentan SYL yang disosialisasikan secara kontinyu oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi kepada penyuluh dan petani di seluruh Indonesia.
baca juga: Jumlah Kunjungan Peziarah di Tasikmalaya Menurun
Menurut Wira Nofalia, salah satu kelompok tani di wilayah binaannya, Kelompok Tani Kumpua Saroso telah melaksanakan panen bawang merah pada Sabtu (18/4) dengan produktivitas 9,5 ton per hektar. Saat ini, harga bawang merah di pasaran Sumatra Barat melonjak tajam, Rp.55.000-60.000 per kg. (OL-3)
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sigit berharap dengan adanya gotong royong polisi dan warga ini, anak-anak bisa segera kembali ke kursi sekolah.
Pramono mengatakan perayaan akan digelar di delapan titik bersama Forkopimda, dengan pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved