Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
IMBAUAN pemerintah kepada masyarakat agar tetap berada di rumah guna mencegah penyebaran covid-19 rupanya mendongkrak penjualan sayuran online.Kemudahan layanan antar langsung ke konsumen menyebabkan penyedia jasa kebanjiran pesanan, bahkan pesanan naik hingga 100 persen dibandingkan sebelum pemberlakuan status darurat bencana covid-19.
Salah satu pelaku bisnis penjualan sayuran via daring di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Dadan Kartiwa mengaku ide awal menjual sayuran secara online karena adanya pemberlakuan work from home (WFH) sehingga masyarakat tidak bisa leluasa berbelanja ke pasar.
"Sayuran yang biasanya dipasok ke sejumlah pasar terhambat gara-gara korona, khawatir enggak terjual dan jadi busuk, kita alihkan penjualan secara online. Ternyata penjualan online lebih ramai, omsetnya naik dua kali lipat," kata Dadan, Senin (13/4).
Sejak dikeluarkannya kebijakan pemerintah tersebut, Dadan menyebutkan, dalam sehari pihaknya bisa mengirimkan berbagai jenis sayuran yang dipesan konsumen hingga 30 rumah untuk di wilayah Bandung. Sedangkan untuk wilayah Jakarta mencapai diatas 500 ton perminggu.
"Untuk di wilayah Bandung, kita manfaatkan jasa ojek online. Sistemnya, setelah konsumen memesan, sehari berikutnya barang dikirim ke alamat yang dituju. Untuk biaya ongkosnya disesuaikan dengan jarak," bebernya.
Terkait harga, Dadan mengatakan, sayuran yang dijual sedikit lebih mahal dibandingkan pasar tradisional. Tetapi dia juga menjamin kesegaran dan kualitas sayuran yang dijualnya lebih baik.
"Kami melayani pesanan hingga 54 item sayuran berbagai jenis. Karena pesanan cukup banyak, kami harus menambah jumlah pekerja, alhamdulilah dengan peningkatan order akhirnya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," tuturnya.
baca juga: Media Grup Serahkan Bantuan APD di NTT
Dia menambahkan, stok sayuran hingga saat ini relatif cukup melimpah karena langsung diambil dari kebun di sentra sayuran Lembang.
"Sejauh ini stoksayuran masih cukup karena langsung diambil dari kelompok tani yang berada di Desa Cibodas Lembang," jelasnya. (OL-3)
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Dari kuota 29.372 calon jemaah haji, tercatat 29.613 jemaah telah menyelesaikan pelunasan Bipih hingga tahap ketiga yang berlangsung pada 20 hingga 23 Januari 2026.
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved