Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kota Solo Belum Ajukan PSBB Lihat Situasi Terkini

Widjajadi
08/4/2020 17:00
Kota Solo Belum Ajukan PSBB Lihat Situasi Terkini
Ketua GT PCC Kota Solo Ahyani.( MI/Widjajadi)

PEMERINTAH Kota Solo terus mengevaluasi dan melihat perkembangan pagebluk atau wabah korona di wilayahnya. Baru nanti dijadikan pegangan perlu dan tidaknya mengajukan usulan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke pemerintah pusat.

"Kita terus evaluasi dan juga melihat perkembangan wabah korona yang ada. Jika dirasa ada peningkatan masif, bisa saja Pemkot akhirnya mengajukan proposal PSBB kepada pemerintah pusat," kata Sekda sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 (GT PCC) Kota Solo,Ahyani menjawab Media Indonesia, Rabu sore (8/4).

Yang jelas, lanjut dia, dengan adanya perpanjangan status kejadian luar biasa (KLB) korona di Kota Solo hingga 26 April,  menjadi tekad bagi GT PCC Kota menerapkan protokol covid yang lebih tegas lagi  kepada segenap warga. Pun begitu halnya terhadap perantau yang nekat mudik ke Solo, dan apalagi yang datang dari zona merah.

Saat ini GT PCC terus berkoordinasi   dengan Polri dan juga TNI untuk terus membubarkan warga yang nekat berkerumun, dan juga menerapkan jam terbatas bagi swalayan tempat usaha yang mendatangkan orang banyak,berikut protokol yang wajib dilaksanakan.

"Bahkan untuk tempat tempat wedangan atau ngopi juga kita berlakukan protap, jajan boleh tapi sebaiknya dibawa pulang. Dengan begitu maka kerumunan tidak akan terjadi lagi,sehingga upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19 bisa efektif," imbuhnya.

Lalu peningkatan sosialisasj agar warga terus menerapkab pola hidup sehat dan bersih (PHBS), mengurangi aktivitas dan lebih baik berada di rumah serta terus menjaga jarak,dan rajin cuci tangan dengan sabun.Lebih dari itu mengajak warga aktif menggunakan masker, serta terus melaksanakan penyemprotan disinfektan  secara bersama..

"Dan yang lebih penting lagi bagaimana mendorong masyrakat tetap berimpati dan tidak mengucilkan tetangganya yang terpapar, mulai dari ODP, PDP dan yang positif.  Tetaplah bergotong royong, membantu.Tidak perlu harus masuk rumah, cukup memberikan di luar pagar atau teras dan berkomunikasi untun saling membesarkan hati lewat komunikasi jarak jauh yakni menggunakan tekepon," inbun Ahyani sekali lagi.

Dia paparkan, jika beberapa hari kedepan progres wabah korona terus menurun karena teksd dan kedisiplinan warga memenuhi protap, tentunya Kota Solo tidak perlu PSBB. " Kita tentu perlu saling menguatkan, menjaga dan berjalan bersama agar wabah segera hilang," tukas Anyani sekali lagi.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yakin, sebagai kota paling awal menerapkan KLB korona,  diyakini menggugah warga kota untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan yang dibuat pemerintah pusat. Diharapkan para pelajar yang  diminta belajar dari rumah bisa memanfaatkan waktu dengan baik, dan tidak keluyuran.

”Ya kami kan sudah melakukan, bahkan Solo termasuk yang awal. Kami harap tidak perlu PSBB,namun kita tetap menunggu perkembangan,"  ucap Rudy.

Sementara terkait data perkembangan, saat ini warga yang lolos atau lepas dari status Orang Dalam Pantauan (ODP) mencapai 125 orang, meski pada Rabu (8/4) ada muncul 2 ODP baru. Secara kumulatif status ODP berjumlah 319 orang.

Positif warga Solo terinfeksi korona dirawat di RSUD dr Moewardi tinggal 2 orang dari jumlah yang semula 5,dengan meninggal dua orang dan satu sembuh. Total secara kumulatif digabung dengan pasien positif dari luar kota Solo ada 9 orang.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) yang sembuh dalam perawatan ada 25 orang, dari kumulatif PDP yang mencapai 48 orang, dan yang meninggak 7 orang.

Ahyani juga menjelaskan, kini Gedung Graha Wisata Niaga Sriwedari yang dipergunakan untuk mengisolasi perantau mudik, baru terisi satu orang. Sedang Gedung Joyosuman yang dipergunakan untuk mengisolasi warga berstatus ODP juga terisi satu orang.

Untuk perantau mudik yang diisolasi ke Gedung Graha Wisata Niaga , merupakan penipu pengemudi ojek online.Yang bersangkutan dilaporkan pengemudi ojek online dari Purwokerto yang membawanya ke Solo.

Ternyata perantau pemudik yang ditangkao polisi menunjukkan gejala covid 19, dengan indikasi batuk dan demam, sehingga kemudian dijemput petugas RSUD Ngipang pada Selasa malam, dan oada Rabu pagi dimasukkan ke Graha Wisata Niaga untuk diisolasi. (OL-13)

Baca Juga: Masyarakat Diminta tidak Sebar Hoaks di Tengah Pandemi Korona

Baca Juga: Ditemukan 59 Pasien Covid-19 tanpa Gejala di Tasikmalaya



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya