Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA perundungan terhadap pelajar terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), dilakukan oleh oknum guru madrasah tsanawiyah swasta setempat.
"Sesuai pengakuan salah seorang korban yang berinisial AM, 15, warga Kecamatan Panjalu, gara-gara belum mencukur rambutnya hingga guru olahraganya melakukan penamparan dan memukul dua kali sampai mencekik,'' kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Rabu (19/2)
Korban sekarang telah mengalami trauma dan luka lebam di pelipis hingga kedua matanya masih membekas. Korban diantar ayahnya didampingi kepala dusun melapor ke KPAID Tasikmalaya karena Ciamis tidak ada perwakilan KPAID.
Ato mengungkapkan, kejadian tersebut bermula saat korban yang berada di kantin sekolahnya, Senin (17/2) ditanyakan oleh guru olahraga belum mencukur rambutnya dengan kata-kata kasar sambil menampar pipinya.
Korban pun menanyakan ke guru lain tetapi pengaduan itu sampai ke guru olahraganya sekaligus putra dari pemilik yayasan sekolah hingga oknum itu kembali memukul dua kali di bagian wajah secara brutal.
"Korban mengalami luka lebam di dua pelipis mata sampai menutupi penglihatannya. Saat dipukul oleh guru olahraganya, guru lainnya bersama teman-teman korban telah berupaya melerai sampai akhirnya oknum guru tersebut berhenti memukuli korban,'' papar Ato.
Rencannya KPAID akan berupaya mendampingi korban melapor secara resmi ke Polres Ciamis dan mengingat kejadian tersebut masuk di lingkungan wilayah Ciamis.
Sementara tokoh masyarakat Ciamis, Emuh Sutarjo, 56, mengatakan, selama kejadian penamparan dan pemukulan tersebut terjadi belum ada itikad baik dari sekolah. Padahal kejadian itu telah tiga hari sampai sekarang ini belum ada penjelasan dari guru olahraga yang berbuat kekerasan hingga sekarang anaknya trauma berat dan takut untuk masuk sekolah.
"Sejak kejadian tersebut terjadi, anak tersebut tidak masuk sekolah karena ketakutan oleh guru olahraganya dan sekarang ini kondisinya juga masih mengalami trauma berat. Apalagi, kondisi lebam pukulan, tamparan dan cekikan sampai sekarang ini masih membekas pada bagian wajah," pungkasnya.(OL-2)
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
UPAYA yang terukur untuk mewujudkan gerakan mengatasi kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direalisasikan.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong dilakukan pencegahan terhadap terjadinya tindak kekerasan kepada anak secara berulang atau reviktimasi.
Hampir setengah anak di Indonesia mengalami kekerasan. Temukan fakta penting tentang perlindungan anak dan langkah untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memberikan sanksi untuk penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) pelaku perundungan.
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Data UPT PPA DKI Jakarta menunjukkan, hingga 19 Desember 2025 terdapat 2.182 pengaduan. Kekerasan psikis menempati urutan tertinggi dengan 1.059 kasus.
Dalam aksinya, mereka sempat mendatangi sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved