Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja sebanyak 20 kg dan sabu 2,2 kg, dari jaringan Lembaga Permasyaratan (Lapas) Klas II A Bentiring, Kota Bengkulu, Bengkulu. Berikut tujuh orang tersangka pada Kamis (13/2).
"Dua dari tujuh orang tersangka merupakan warga binaan Lapas Kelas IIA Bentiring, Bengkulu yakni Eko Susanto dan Imron alias Oon. Lima tersangka lain, Amar Tarigan, Sabri alias Acil, Prananda, Maerasta Sandi dan Roni Marsal," ujar Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Brigjen Agus Riansyah di Bengkulu, Minggu (16/2)
Untuk mengungkapkan kasus ini, BNN memantaunya selama satu bulan. Kasus ini terbongkar berawal Januari 2020 lalu, BNN Provinsi Bengkulu menangkap Amar Tarigan warga Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara di Loket PO Putra Rafflesia, Kota Bengkulu. Dari tangan Amar, polisi menyita satu kilogram sabu.
Dalam pengembangan kasus ini, petugas mengamankan Sabri alias Acil di DM Hotel, Jalan Danau, Kota Bengkulu. Dari penggeledahan di rumah Sabri di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, menemukan 20 paket sabu dengan berat satu ons, timbangan digital dan ratusan plastik klip.
"Sabri mengaku bahwa dirinya hanya disuruh oleh Imron alias Oon warga binaan Lapas Klas II Bentiring, KotaBengkulu," imbuhnya.
Dari pengembangan, ternyata Amar masih menyimpan sabu dirumahnya di Sumatera Utara, sebanyak satu kilogram.
Pengembangan selanjutnya, kata dia, pada Februari 2020 lalu, BNN Provinsi Bengkulu, mengamankan Prananda di loket Bus Putra Simas di Jalan Raya Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu. Juga Maerasta Sandi Aprilia dan Roni Marsal langsung diringkus saat menjemput Prananda.
Dari tiga tersangka telah diamankan sebanyak 20 kilogram narkotika jenis ganja yang disimpan di dalam karung warna putih diletakkan di dalam bagasi Bus Putra Simas yang melayani rute Medan, Sumatra
Utara-Bengkulu. (OL-13)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Anggota parlemen AS menekan pemerintahan Trump agar merilis video serangan “double-tap” 2 September dengan membatasi anggaran perjalanan Menhan Pete Hegseth.
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika di Pasifik Timur, menewaskan empat orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved