Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAS area sawah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kian menyusut akibat alih fungsi lahan. Semula, luas sawah baku di wilayah terluas kedua di Jawa dan Bali itu mencapai 66.476 hektare (ha), tetapi sekarang menyusut menjadi 55.553 ha.
"Memang cukup dilematis. Di satu sisi kita membuka investasi untuk pembangunan di berbagai tempat, seperti perumahan, pertokoan, jalan, dan bangunan lainnya. Namun, di sisi lain, hal itu menggerus lahan pertanian khususnya sawah," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, kemarin.
Penyusutan lahan sawah baku di Kabupaten Sukabumi diketahui setelah ada Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 399/Kep-23.3/x/2018 Tahun 2018 tentang Penetapan Luas Baku Sawah Nasional.
Terkait dengan penyusutan lahan sawah itu, menurut Sudrajat, perlu ada win-win solution untuk kondisi lahan pertanian sekarang. "Harus ada win-win solution agar pembangunan dan investasi tidak mengurangi keberadaan lahan sawah di Kabupaten Sukabumi," ujarnya.
Karena itu, hal yang perlu dilakukan antara lain mengimbau semua pihak agar secara bersama-sama mengawasi dan melindungi lahan sawah, terutama yang produktif, supaya tidak dialihfungsikan.
"Strategi yang digunakan harus bersifat instruksional dengan melibatkan seluruh stakeholder pertanian," tegasnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi pada periode Oktober 2019-Januari 2020 menargetkan luas lahan tanam padi bisa mencapai di kisaran 84.130 ha. Hingga pertengahan Januari 2020, baru terealisasi seluas 58.430 ha.
Sawah baru
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama pemerintah kabupaten di wilayah itu menargetkan hingga tahun depan luas sawah yang akan digarap mencapai 25.000 hektare.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, untuk saat ini tidak akan ada lagi upaya mencetak sawah baru, tetapi lebih memanfaatkan dan mengoptimalkan sawah yang sudah ada.
"Kita menargetkan pada 2021 akan menyelesaikan clear and clean sekaligus memanfaatkan sawah-sawah yang sudah dicetak hingga 100%, yakni kurang lebih 25.000 hektare, yang sekarang efektifnya baru 9.500 hektare," kata Erzaldi belum lama ini.
Dia mengungkapkan hal itu akan menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi semua pihak sekaligus menjadi salah satu strategi dalam menginovasikan diri pada sektor pangan, khususnya komoditas beras.
"Sekarang banyak yang turun, tetapi pada komoditas yang memberikan harapan, kita dorong terus untuk dikembangkan. Salah satunya kita ingin mandiri di sektor pangan, yaitu mengembangkan persawahan kita agar kita menghasilkan beras dari negeri kita sendiri," jelasnya.
Sementara itu, untuk menyelamatkan tanaman padi dari serangan hama tikus, Kepala Desa Pasirmulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rosadi Sastra Setia memanfaatkan musuh alami hewan pengerat tersebut.
Mereka menggunakan burung hantu untuk membasmi tikus-tikus tersebut. Saat ini sedikitnya ada 50 burung hantu di Desa Pasirmulya. (RF/CS/DW/N-3)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved