Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PESISIR pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan berdasarkan peringatan dini, banjir rob berpotensi terjadi pada 19-22 Januari. Wilayah di pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi yang berpotensi banjir rob berada di Palabuhanratu, Ciracap, dan Ujunggenteng.
"Kami meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG," kata Eki, Senin (19/1).
Potensi banjir rob terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut bersamaan fase bulan purnama dan perigee atau jarak terdekat bumi dan bulan. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir selatan Jawa Barat pada 19-22 Januari 2026 pukul 20.00 WIB-23.00 WIB.
Selain di Kabupaten Sukabumi, potensi banjir rob di Jawa Barat diperkirakan terjadi di Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran. Di Kabupaten Cianjur, potensinya diprediksi terjadi di pesisir pantai di Kecamatan Agrabinta dan Sindangbarang, di Kabupaten Garut berpotensi terjadi di Pameungpeuk dan Cikelet, di Kabupaten Tasikmalaya berpotensi terjadi di Cipatujah dan Cikalong, serta di Kabupaten Pangandaran berpotensi terjadi di Kalipucang dan Pangandaran.
"Kami mengimbau masyarakat agar mengantisipasi dampak potensi tersebut," tuturnya.
Potensi banjir rob bakal berdampak terhadap aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi. Di antaranya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas perikanan darat. "Kami terus pantau perkembangan di lapangan," ujarnya.
Selain banjir rob, BPBD juga mewaspadai potensi hujan lebat yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Setidaknya ada 26 kecamatan yang diwaspadai potensi hujan lebat, Senin (19/1).
Wilayahnya yang berstatus waspada berpotensi hujan lebat berada di Kecamatan Bantargadung, Bojonggenteng, Ciambar, Cibadak, Cicantayan, Cicurug, Cidadap, Cidahu, Cidolog, Ciemas, Cikakak, Cikembar, Cikidang, Ciracap, Cireunghas, Cisolok, Curugkembar, Kabandungan, Kalapanunggal, Nagrak, Parakansalak, Parungkuda, Palabuhanratu, Sukalarang, Sukaraja, Warungkiara.
BANJIR besar melanda Kabupaten Sukabumi, Senin (27/10) petang.
KOTA Sukabumi, Jawa Barat, kembali diterjang bencana hidrometeorologi, Sabtu (9/8) malam.
PERMUKIMAN warga di dua wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terendam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Cicatih, Minggu (3/8) malam.
PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mendata secara detail jumlah warga terdampak bencana hidrometeorologi. Sebab, dikhawatirkan ada warga yang terlewat menerima bantuan.
BNPB mengatakan bahwa jumlah rumah rusak tercatat ratusan unit dengan skala kerusakan sedang hingga berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved