Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu, kesulitan menyerap gabah dari petani di sepuluh kabupaten/kota. Penyebabnyapetani lebih memilih menjual hasil panen yang sudah dikonversi menjadi beras ketimbang gabah. Kepala Subdivre Bulog Bengkulu, Defrizal, mengatakan Bulog hingga saat ini masih kesulitan membeli gabah petani karena hasil panen sudah dikonversi menjadi beras, ketimbang gabah karena harga jualnya lebih tinggi.
"Untuk pembelian gabah, Bulog sampai saat ini belum menyerap begitu banyak hanya kurang lebih sekitar ribuan ton pada pertengahan Januari ini, ' katanya.
Penyebabnya, lanjut dia, rata-rata para petani tidak mau jual gabah dan beralasan sengaja mendiamkan dulu gabah mereka dan akan dijual ketika ada keperluan mendesak.
Untuk menggenjot penyerapan gabah, Bulog sudah melakukan program jemput bola dengan mendatangi langsung petani di beberapa daerah seperti di Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, dan Bengkulu Selatan.
Saat ini, Bulog terus berupaya melakukan penyerapan gabah di petani semaksimal mungkin. Sebagian petani tidak mau menjual gabahnya dengan alasan harga beli yang diberikan Bulog sangat murah kisaran Rp 5.115 per kilogram.
"Petani lebih memilih menjual berasnya dari pada gabah, karena kalau jual gabah untungnya sedikit,"imbuhnya.
Berdasarkan catatan Bulog pada 2019 lalu, beras yang berhasil dibeli oleh Bulog dari para petani mencapai 1.500 ton dengan harga Rp8.030 per kg. Meskipun Bulog membeli dengan harga Rp8.030 per kg, kata dia, tapi tetap saja ada petani yang tidak ingin menjual beras ke Bulog dengan alasan harga belinya terlalu murah.
Saat ini, petani menginginkan harga beli beras minimal Rp10 ribu per kg karena beras yang dijual adalah kualitas premium. Bulog kesulitan untuk menyerap beras dari petani karena lebih cerdas, tidak mau menjual beras bagus dengan harga murah, makanya banyak yang menjual ke luar daerah. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan, petani di Bengkulu banyak menjual beras kepada para tengkulak dari luar provinsi setempat.
"Tengkulak membeli beras dari Bengkulu, kemudian dikemas ulang dan menjualnya kembali ke Bengkulu," katanya.
baca juga: NasDem Tentukan Paslon Pilkada DIY Lewat Survei
Akibatnya, lanjut dia, membuat harga beras di daerah cukup tinggi dan idealnya harga beras kualitas premium harganya hanya Rp10 ribu per kg tetapi setelah dikemas ulang dijual dengan harga Rp11 ribu hingga Rp 12 ribu per kg. Diharapkan para petani untuk tidak menjual gabah ataupun beras kepada para tengkulak dari luar daerah sehingga beras lokal asal
Bengkulu, dijual langsung ke Bulog. (OL-3)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved