Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPAbumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang Sukabumi Provinsi Jawa Barat pada Kamis (26/12) pukul 14.22.07 WIB dan tidak berpotensi tsunami.
Informasi dari Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tiar Prasetya di Jakarta, Kamis, episenter gempa berada di 8.05 Lintang Selatan, 106.82 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
"Pusat gempa berjarak 121 km tenggara Kabupaten Sukabumi," katanya.
Baca juga: Santunan Anak Yatim Menandai 15 Tahun Gempa Tsunami di Aceh
Getaran gempa yang berpusat di laut tersebut dirasakan di Sukabumi pada skala III-IV MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu dan getaran juga dirasakan orang yang berada di luar rumah.
Di Pangalengan dan Cimahi getaran dirasakan pada skala II MMI atau hanya dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. (A-4)
Perlu berbagai upaya melakukan langkah-langkah penting selama arus mudik maupun balik Lebaran nanti
Disnaker mengultimatum perusahaan agar mematuhi surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh swasta serta surat edaran
Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung terjadi di Desa Bantargadung dan Bojonggaling. Kondisi itu bersamaan meningkatnya intensitas curah hujan sejak Rabu (4/3).
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
POLRES Sukabumi menangani kasus kematian anak Nizam Syafei anak yang diduga meninggal karena kekerasan dari ibu tirinya. Ibu korban minta ayahnya ikut diproses hukum akibat kelalaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved